Showing posts with label Part Of Love. Show all posts
Showing posts with label Part Of Love. Show all posts

Sunday, November 1, 2015

Kembali kesini (Love)






Assalamu'alaikum...

Sobat,, gimana kabar kaliann ??

Lama tak bersua yaa,, tak terasa sekarang sudah mendekati penghujung 2015, dan ternyata eng ing eng tulisan blog ini terakhir update satu setengah tahun yang lalu (*oMG,, maaphkann saiaa,, yang sok sibuk inihh..ckckckc).

Bukan karena tak ada kuota internet, namun memang terkena sindrom 2M (Mandeg & Males,, peace^_^V),, ya sudahlah kita tinggalkan alasan-alasan klise ituuu...:D

 Beberapa bulan terakhir, entah kenapa,, perasaan-perasaan aneh mulai menggelayut di pelupuk hati & fikiran.. Pekerjaan yang lumayan susah-susah gampang untuk didapatkan kemarin, kini terasa menjenuhkan.. Mungkin saya lelah.. ~_*

Jika ditilik satu per satu, sebenarnya bukan kantor yang membuat lelah namun oknum-oknum yang didalamnya,, beberapa bulan terakhir telah terjadi beberapa kali pergantian kepala cabang, dan sepertinya itu-lah akar masalahnya.

Kepala cabang yang saat ini menjabat, bisa dibilang egois & tak mau mendengarkan saran orang lain, jangankan saran, diingatkan peraturan perusahaan yang seharusnya saja dia tak peduli & masa bodo...

 Beruntunglah saya yang masih memiliki keluarga (mama,kakak2,ponakan) yang senantiasa mendukung sehingga lelah itupun meski menumpuk terasa seperti memanggul kapas. Terlebih semenjak kehadiran dia (calon zawjiy) yang senantiasa setiap saat selalu mendukung keputusanku dan memberi semangat tiada henti sehingga senyum yang meski telah tertekuk-tekuk selalu mengembang saat berbincang dengannya.

Yaa Allaah, terima kasih untuk semua anugrah & karunia-Mu dalam hidupku, semoga Engkau senantiasa membimbing serta menyayangiku.. Aamiin..^_^

Saya mampu bertahan karena cinta, dari ALLAAH SWT, keluarga, & kalian semua sahabat.^_^05 


Wassalam..
Read More..

Tuesday, April 23, 2013

Keluarga, Sumber Semangat dan Kekuatan !

(Ilustrasi- sumber : google )



Assalamu'alaikum...


Sob, Keluarga dalam hidupmu berada pada level berapa ??


****

Tiba-tiba saja, ide menulis tentang keluarga ini muncul, gegara salah satu teman kantor tadi membahas ibu yang baru saja di rolling dan di tempatkan di cabang kota kami.

Yah, dan dengan woles-nya,,eehh,, melow maksudnya,,ckckc... Sih ibu itu nyanyi-nyanyi *pulangkan saja aku pada kampungku atau kampungku*... yahh sama aja ya,hihih,, intinya, ibu yang satu ini ingin kembali ke cabang yang beliau sebelumnya ditempatkan, yah di kampung halamannya itu.

Dan si ibu mendapat respon dari rekan kerja yang lain 

"Ibu, nikmati saja, nda usah terlalu difikirkan, kalau sudah dijalani pasti akan menyenangkan dengan sendirinya"

Si ibu dengan mukanya yang masih melow, merunut "bapak disini tinggal sama siapa ? pasti sama istri dan anaknya kan ? kalo saya, sendiri pak"

Rekan kerja alias si bapak yang berkomentar hanya tersenyum menanggapi runutan ibu tersebut, beliau maklum, tidak tinggal bersama keluarga pasti beda rasanya.

Yupp,, intinya, garis besarnya, blue line, red line, pink line,, ehh,, kepanjangan yahh..heee... berbeda rasa karena keberadaan keluaga.

Nah, kalau rainy sendiri, gimana ?? Hikss,, rainy kan belum punya keluarga kecil alias pasangan hidup dan anak-anak yah, jadinya otomatis keluarga yang paling dirindui yah mama, papa, kakak-kakak, dan ponakan-ponakan, wahh banyak...ckckck

Walaupun nggak tinggal bareng orang tua, insya Allah rainy berjuang untuk membahagiakan beliau, melalui do'a, dan apa saja yang rainy bisa lakukan untuk mereka. Semoga bisa, aamiin.

Intinya, tanpa keluarga di sisi hidup memang selalu terasa berbeda, karena keluarga adalah sumber semangat dan kekuatan, yang dianugerahkan-NYA. Oleh karena itu selama kita masih diberi kesempatan untuk bersama mereka, jadilah alasan senyuman di antara sekian banyak senyum yang terlukis diwajahnya. I Really Love My-BigFam, because ALLAH...


Kalau sobat ??

^_^05



Wassalam



Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05





Read More..

Wednesday, April 3, 2013

Sesal Laras








 

 
Ilustrasi (Sumber gambar : google)


Laras duduk di tepian bangku tua, taman belakang rumahnya. Terdiam. Ketika kuhampiri, ia malah berlalu secepatnya. Aku khawatir, ia tak seperti biasa. Tak henti kutatap langkah sahabatku itu hingga membelok.

Jam yang melingkar di pergelangan tanganku telah menunjukkan pukul 16:45.

***
Aku kesepian. Aku mengakuinya dengan sempurna. Sangat. Tapi bukan berarti aku harus membalikkan kaki ke atas langit lalu berteriak lantang menentang Tuhan. Aku belum separah itu. Ralat, segila itu.

Apa ada yang tahu aku menghabiskan hari ini dimana ? Rasanya tak penting menjelaskan sedetilnya. Aku hanya ingin bercerita tentang lausan-lausan wajah yang kulihat hari ini.

Ada yang tengah berdua dengan kekasihnya atau suaminya, aku tak tahu jelas, jelasnya mereka jalan berdua.  Ada pula yang beriring jalan dengan mamanya, adiknya, jelasnya keluarga itu keluarga harmonis. Ada juga yang menikmati waktu sendirinya dengan menyertakan binatang kesayangannya, jelasnya dia masih ada yang menyayangi.

 Lantas aku ? Aku rasa siapapun telah tahu jawabnya.

Hahaha. Lucu. Begitu lucu hidup ini. Dulu, aku begitu terobsesi dengan materi, karir, dan segala yang berbau kesuksesan finansial. Tapi sayangnya aku lupa memperkaya diriku di sisi yang lain. Sisi yang tak akan pernah bisa dinilai dan dibeli dengan materi. Ya, berapapun itu.

Allah. Masihkah ada kesempatan untukku bercerita bersama Sanur, tentang hubungan kami, tentang impian memiliki laila sang permata hati, tentang kebahagiaan hidup yang tak hanya di dunia tapi juga di alam abadi, akhirat. Allah, ingin sekali aku kembali memperbaiki segalanya.

Allah. Masihkah ada kesempatanku membahagiakan mereka yang waktu kecil selalu kurengeki membeli mainan dan makanan yang kuinginkan. Masihkah ada maaf untuk semua kelakuanku yang telah membawa mereka ke rumah orang-orang tua yang putra-putrinya mengaku sibuk dengan kerja. Allah, ingin sekali aku kembali memperbaiki segalanya.

Bukankah penyesalan memang datang belakangan ? Dan penyesalan itu telah menghampiriku sekarang. Masihkah ada kesempatan kedua untukku dari kalian yang selama ini mencintaiku ?

Sekali lagi, aku memiliki banyak ruang hampa dihatiku, dan orang-orang menyebutnya kesepian.

Aku ingin kalian tetap mencintaiku. Semoga saja hari ini belum terlambat. Semoga !

***
Kugenggam erat carik kertas milik laras yang tak sengaja ia tinggal di bangku tua ini. Aku mengerti bagaimana perasaannya. Sangat. Dan aku tak pernah membayangkan apalagi menginginkan sifat dan tingkah yang ia lakukan kemarin.

Tapi, entah ! Tiba-tiba wajah aina yang merengek minta ditemani mengambil rapor kemarin terlintas. Dan aku yang tengah tergesa-gesa saat itu, hanya meminta bibi menemaninya.

Aina, bunda janji tak akan abai lagi. Semoga bunda tak terlambat. Semoga !
Read More..

Saturday, March 30, 2013

Testimoni untuk KMGPdK




Sumber : google




Assalaamu’alaikum...

Sobat tahu kepanjangan KMGP ? Itu lho salah satu karya legendaris yang menjadi pelopor bangkitnya fiksi islami di era 90-an, yang kini telah diperbaharui dengan KMGPdK dan telah menjadi nasional best seller.

 Yupp, tepat sekali sobat KMGPdK alias Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali karya bunda Helvy Tiana Rosa.

Awalnya saya tidak berniat untuk membeli versi bukunya ini, kenapa ? karena telah beredar kabar akan difilmkan jadi saya fikir mending nunggu filmnya aja. Tapi eh tapi, saat melihatnya di jejeran rak buku di salah satu toko buku, intuisi untuk membaca sinopsisku muncul menggebu. #ceilehh, lebay :D. Nah sob berikut petikan sinopsisnya >>

Gita selalu bangga pada abangnya yang ia panggil Mas Gagah. Namun suatu hari Mas Gagah berubah ! Berubah pula semua kehidupan Gita.

Dan ketika kemudian Mas Gagah pergi, apa yang terjadi dengan Gita ?

Siapa Nadia Hayuningtyas dan lelaki berkemeja kotak-kotak yang selalu Gita lihat di dalam bus, kereta api, dan di berbagai tempat itu ?

Dan mengapa lelaki itu mengingatkannya pada Mas Gagah ?


Lanjut cerita,,hehe.. Dan sesaat setelah selesai membaca sinopsisnya, buku itu langsung meluncur ke tas jinjing toko buku yang telah ku tenteng kesana kemari hampir sejam, dan KMGPdk pun menjadi salah satu list buku pilihanku di minggu ketiga desember tahun lalu.

Sesampainya di rumah saya begitu antusias untuk membukanya segera, dan seperti biasa hanya akan membaca part terakhirnya saja, karena awalnya saya mengira buku itu telah dinovelkan, jadi kesimpulan yang kubuat adalah membaca endingnya saja dulu biar tak penasaran (**hiks,, hiks ternyata saya salah pemirsa).

Ungkapan tak kenal maka tak sayang juga berlaku pada seri KMGPdk ini pada diriku...hohoho...

Yah, tak apalah hitung-hitung niatnya sudah mau kenalan kan ? #ngeless_heheh...

Oke sob, setelah melahap KMGPdK ini benar-benar jempol deh buat bunda HTR, sungguh sarat makna dan hikmah dan berikut testimoni berharga dan terpampang nyata dari rainy,,heheh #njiplak yah teh syahr*ni >>>

“Saat mulai membaca KMGPdK tak kusiapkan apa-apa disamping selain ponsel dan camilan, tapi baru beberapa menit saya bergegas mengambil kotak tissu. Ini bukan tentang kesedihannya saja, tapi tentang makna kehidupan luar biasa yang terkandung pada bait-bait cerita di KMGPdK ini. Buat sobat remaja, yang beranjak dewasa atau pun orang tua masukkan KMGPdK ini kedalam list bacaannya, Insya Allah, banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik baik itu tentang persaudaraan (ukhuwah islamiyah), tentang kehidupan, dan masih banyak yang lainnya. Sobat langsung baca sebelum filmnya keburu terjun, insya Allah banyak hal yang bisa kita petik hikmahnya. Thanks to bunda HTR yang telah menulis KMGPdK.”



Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05

 

Wassalaam...
Read More..

Friday, February 15, 2013

Kuda Menari (Sayyang Pattu'du) di Tanah Mandar





 Assalaamu'alaikum...

Sobat,, Sayyang pattu'du (kuda menari), begitulah masyarakat suku mandar, Sulawesi Barat menyebut acara yang diadakan dalam rangka untuk mensyukuri anak-anak yang khatam (tamat) Al-Qur’an. Masyarakat di Sulawesi Barat tamat Al-Qur’an adalah sesuatu yang sangat istimewa, dan perlu disyukuri secara khusus dengan mengadakan pesta adat sayyang pattudu. Pesta ini bisa diadakan diadakan oleh orang pribadi, atau oleh masyarakat massal yang biasanya mengadakan sekali dalam setahun bertepatan dengan bulan Maulid/Rabiul Awwal (kalender hijriyah). Dalam rangkaian adat sayyang pattu’du tersebut, ditampilkan atraksi kuda berhias yang bisa menari sembari ditunggangi anak-anak yang telah khatam Al-Qur’an.

Bagi masyarakat Mandar, khatam Alquran dan upacara adat sayyang pattudu memiliki pertalian yang sangat erat antara yang satu dengan yang lainnya. Acara ini mereka tetap lestarikan dengan baik. Bahkan masyarakat suku mandar yang berdiam di luar Sulawesi Barat akan kembali kekampung halamannya demi mengikuti acara tersebut.

Daya tarik tersendiri dari acara ini adalah arak-arakan kuda menari mengelilingi desa, dan pastinya kuda menari ini dikendarai oleh anak-anak yang menyelesaikan khatam Al-Qur’an.
Kuda-kuda tersebut telah terlatih untuk mengikuti irama tabuhan rebana dan mampu berjalan sembari menari mengikuti iringan musik tradisional tersebut, untaian pantun khas Mandar (kalinda’da’) yang mengiringi arak-arakan tersebut pun membuat acara semakin semarak.

Ketika duduk diatas kuda, para peserta yang ikut pesta Sayyang Pattudu harus mengikuti tata atur baku yang berlaku secara turun temurun. Dalam Sayyang Pattudu, para peserta duduk dengan satu kaki di tekuk kebelakang, lutut menghadap ke depan, sementara satu kaki yang lainnya terlipat dengan lutut dihadapkan ke atas dan telapak kaki berpijak pada punggung Kuda. Dengan posisi seperti itu, para peserta didampingi agar keseimbangannya terpelihara ketika kuda yang ditungganginya menari.
Peserta sayyang pattudu akan mengikuti irama liukan kuda yang menari dengan mengangkat setengah badannya keatas sembari menggoyang-goyangkan kaki dang menggeleng-gelengkan kepala agar tercipta gerakan yang menawan dan harmonis.

Ketika acara sedang berjalan dengan meriah, tuan rumah dan kaum perempuan sibuk menyiapkan aneka hidangan dan kue-kue yang akan dibagikan kepada para tamu. Ruang tamu dipenuhi dengan aneka hidangan yang tersaji diatas baki yang siap memanjakan selera para tamu yang datang pada acara tersebut.

Bila acara adat ini diadakan secara massal jumlah yang mengikutinya pun tak terbatas, bahkan terkadang sekitar 50 atau lebih peserta tiap tahunnya. Para peserta terhimpun dari berbagai kampung yang ada di desa tersebut, diantara para peserta ada juga yang datang dari desa atau kampung sebelah. Bahkan ada yang datang dari luar kabupaten, maupun luar provinsi Sulawesi Barat.




 Sumber : 
artikel : musdalifahyasin.wordpress.com
gambar : google




Wassalaam



 Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05
 

Read More..

Thursday, January 24, 2013

Nuansa Keluarga Cemara



Sumber : Google



*Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga

**Selamat pagi emak
Selamat pagi abah
Mentari hari ini berseri indah

***Terima kasih emak
Terima kasih abah
Untuk tampil perkasa bagi kami putra putri yang siap berbakti

Agil sama ara ! Teteh mau jualan opak dulu ya
Ya teh !
Jangan lupa bilang sama abah ya !
Ya teh ! Mau permen
Permen ? permen apa ?
Permen apa aja
A…,, teteh berangkat dulu ya
Ya teh…

Kembali ke *, **, ***


***



Sobat,, ada yang masih ingat sama keluarga cemara ?? Hayoo ngacung,,heheh… Nggak tau kenapa, tiba-tiba kangen dengan lagu ini, sinetronnya juga… Dulu waktu masih kecil sinetron ini favorittt banget, meskipun belum mengerti maknanya waktu itu, tapi sukaaa…

Kalau dibandingkan dengan sinetron-sinetron yang beredar sekarang, sinetron ini masih juara di hati saya (**ciehh),, potret kesederhanaan didalamnya begitu kental, keluarga yang begitu penuh dengan kasih sayang dan keharmonisan. Sehingga sinetron yang diangkat dari novel karya Arswendo Atmowiloto ini pun benar-benar patut diacungi dua jempol…

Kapan yahh ?? Dunia persinetronan Indonesia kembali mengangkat cerita keluarga yang tak terkesan dibuat-buat alias natural. Sinetron yang bukan hanya tampil dilayar kaca berjam-jam dan beratus-ratus episode namun kurang mendidik. Saya pribadi benar-benar merindukan sinetron yang mampu mendidik keluarga Indonesia. Karena pendidikan terpenting berawal dari keluarga. Dan nuansa keluarga cemara akan senantiasa lekat dibenak kami, yang lahir dibawah tahun 90-an (wah udah tua berarti ya sob,, baru nyadarr… :D)




Sekian dari rainy sob dan Wassalaamu’alaikum Wr. Wb ! ^_^



Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05





Read More..

From VLP To Friends

Blog Indonesia

blog-indonesia.com

VLP Chats

Hitstats

Indonesia Blogger

Blogger Indo