Friday, September 28, 2012

Mutiara Yang Keram





 Tukk… tiikk… takk…

Suara heels berukuran 12cm itu berdentang ria di atas lantai keramik berwarna merah muda, membuat pemiliknya terlihat tampil bak peragawati yang berjalan di catwalk1). Tapi tiba-tiba saja…

Mbookkkk… apa-apaan ini,, mau bikin aku sakit perut ?? arrgghhh” tiara melotot tajam

Dengan tubuh yang gemetaran, Mbok siti menjawab “Maaf mbak… tadii

Maaf,, maaf,,  apa cuma kata-kata itu yang bisa mbok ucapkan berkali-kali” tiara menuju dapur

Dengan tubuh yang masih gemetaran ditambah dengan mata yang berkaca-kaca mbok siti berujar “Gini mbak, semalam ibu nelpon minta mbok masak sup yang agak pedes

Tiara tersenyum sinis “Bagus ya pembelaannya, ini kepedesan namanya, bukan pedes

Mbok siti tersedu-sedu melihat semua sup yang ada di panci dituangkan ke dalam wastafel. Dan seolah merasa tak bersalah, mutiara  meninggalkan mbok siti begitu saja tanpa memperdulikan isakan-isakannya.

Dengan wajah yang sangat kesal ia berjalan menuju Mercedes sport yang baru seminggu menghuni garasinya, kemudian dengan tangan kanan, ia memberikan isyarat “tidak” pada seseorang yang telah membukakan pintu mobil. Kini mobil mewah berwarna merah muda dengan desain hello kitty tersebut perlahan meninggalkan halaman yang luasnya melebihi lapangan bola di kampung mbok siti. Tampaknya kemarahan pada mbok siti, ia imbaskan juga pada pak mamat, sang supir. Ya, Mutiara memutuskan untuk menyetir sendiri.

Sesampainya di kampus, ia yang masih kesal pun mengabaikan seluruh senyum sapaan dari orang-orang yang ditemuinya. Ia hanya berjalan tanpa peduli siapa yang ada di depan, kanan ataupun kirinya. Rupanya mahasiswi semester 2 Fakultas Ekonomi yang terkenal dengan kecantikan, kekayaan, serta prestasi yang berderet-deret itu benar-benar menyimpan seluruh kemarahannya. Lebih tepatnya, Egois.

Dan tak lama setelah kegiatan perkuliahan usai, mutiara pun bergegas pergi, tapi lagi-lagi sendiri, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang biasanya berduet dengan astrid, entah apa yang terjadi, hingga ia tak terlihat dengan duet sejagadnya itu.

Meski tak ada orang yang duduk di jok sebelah kiri, mobil desain hello kitty itu kembali menelusuri jalan-jalan yang penuh sesak dan polusi, seolah tak peduli dengan udara ibu kota yang begitu panas juga tak bersahabat. Namun setelah melalui beberapa ruas jalan yang sarat dengan kemacetan, hello kitty versi car itupun berbelok ke pintu masuk salah satu pusat perbelanjaan.

Tutt…tuttt… kini Hello kitty versi car berkesempatan untuk mengademkan perasaannya di basement.

Dari jarak beberapa meter sebelum pintu masuk, alunan-alunan musik pun terdengar dengan jelas, membahana dalam ruangan berkapasitas ribuan orang tersebut, membuat dentingan heels 3 hingga 12 cm menghilang bak di telan bumi. Misi pencarian sahabat 12cm pun di mulai dari sini.

Ahaa,, pencahayaan lampu di etalase sudut sana seolah memanggil-manggil dengan nada lembut memukau (mari sini mari belanja, red). Pemilik sepatu merah muda 12cm ini rupanya terhipnotis, ia kemudian melangkahkan kakinya menuju etalase yang di dalamnya penuh dengan tas-tas yang berkilau, katanya sih bahannya dari kulit buaya (asli, red). Tapi setelah melihat dengan cermat, ternyata lighting2) ini terlalu pandai untuk menggoda dan menarik hati (*Yang kamu kira baik belum tentu baik untuk kamu… kata-kata yang terdengar di kelas MKDU agama berdendang sangat jelas dalam benak anak tunggal pengusaha batu bara ini, meski dengan dahi yang sedikit mengkerut seolah menolak, namun anggukkan kepala yang pelan tapi pasti menandai kesetujuannya).


Beberapa jam kemudian, pencarian sahabat 12cm masih berlanjut…

Namun kali ini tidak berurusan dengan kulit buaya, yang terlihat dari jauh adalah boneka yang mengenakan wig3) dengan dress4) selutut berwarna merah muda strip hitam. Ya, akhirnya senyuman indah itu terlihat mengembang. Selangkah, dua langkah, astagaaaa… seseorang telah menyenggol boneka bak model itu. Wajah yang tadinya senyum mengembang berubah terkesima, kali ini pandangannya tertuju utuh, bukan pada dress selutut merah muda strip hitam tersebut namun pada kain berwarna biru yang terulur dari atas kepala hingga yang terlihat hanya bagian rok  yang juga senada. Dengan pandangan yang tak berkedip, ia bergumam “kenapa ada perasaan yang berbeda ya,, setiap melihat, jilbab yang terulur,,, mungkinkah??

Dalam keterkesimaannya, tiba-tiba terdengar bunyi (rikrokrarkrk…) mengganggu, bahkan sangat mengganggu, akhirnya niat untuk menyambangi boneka yang terjatuh tadi pun diurungkan, mutiara berbalik, dengan langkah yang sedikit dipercepat, misi pencarian sahabat 12cm ia hentikan dan berubah menuju restoran bernuansa ungu di sudut sana.

Srett,,srett,, mencentang daftar menu yang diberikan pelayan restoran pun selesai, mutiara lalu bangkit menuju wastafel yang terletak di sudut kiri restoran, dan tak lama berselang ia berjalan kembali ke sofa, alih-alih sampai di sofa yang di tuju, pandangannya tiba-tiba berubah, restoran yang tadinya bernuansa ungu itu berubah warna menjadi kuning, kuning, kuning, lalu agak kehitam-hitaman. Apa yang terjadi ? mutiara memegang jidatnya, ia sempoyongan tapi tetap berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya, dan berhasil, ia berhasil duduk di sofa. Namun belum selesai adegan perubahan pandangan, tiba-tiba tubuhnya bergetar hebat, tangannya keram, tepatnya sekujur tubuhnya keram, seketika tak bisa meraih apapun termasuk meraih minuman yang kini telah ada dihadapannya. Jari-jarinya kaku, dan dalam waktu yang kurang dari 2 menit itu ia hanya mampu meringis kesakitan.

Dengan pandangan yang masih kuning kehitam-hitaman, ia melihat penghuni restoran menyambanginya satu per satu. Namun belum sempat berkata apa-apa tiba-tiba tubuhnya terkulai lemas… buuukkkk…


***
Kejadian yang baru pertama kali menimpanya tersebut, membuatnya harus di rawat dalam beberapa hari terakhir, meski tidak di rumah sakit, tubuh mutiara tetap dipenuhi dengan lilitan kabel dan selang. Orang tuanya yang tak pernah pulang, semakin membuat rasa sakit itu terlihat jelas dari wajahnya yang kian lama kian sedu sedan.

Dari luar samar-samar terdengar suara obrolan. Mutiara pun berusaha menajamkan indra pendengarannya untuk menangkap isi percakapan tersebut. Namun tidak lama kemudian, sesosok wanita berjilbab biru menghampirinya.

Dengan senyum gingsul, wanita berjilbab biru itu angkat bicara “Assalaamu’alaikum, gimana  mbak, sudah agak enakan?

Mutiara mengerinyitkan dahinya “Wa’alaikumussalam, kamu siapa?

Dengan logat jawa yang sangat kental wanita berjilbab biru itu berujar “Aku minah mbak, maaf, bukan mau mengumbar tapi aku yang nganterin mbak pulang waktu mbak pingsan di restoran beberapa hari yang lalu, dan pas kemarin aku nelpon mbok siti, katanya mbak masih di rawat, jadi sekarang aku berniat untuk menjenguk mbak

Lagi-lagi mutiara mengerinyitkan dahinya “Kamu pelayan di resto itu ?

Bukan mbak… aku baru mau daftar jadi koki di sana, katanya sih di sana gajinya lumayan,, uppss… kok aku jadi curhat… maaf ya mbak… hehe” Tukas minah polos

 “Terus kenapa kamu mau nolong aku,, padahal kamu nggak kenal aku siapa ?” Tanya mutiara penuh selidik

 “Lha,, mbak ini, masa’’ kalo mau nolong kenalan dulu… mbak…mbak… kata si mbokku kita harus selalu berbuat kebaikan, dimanapun, kapanpun, sama siapapun” Minah sangat antusias
                                                 
kamu lucu juga” Mutiara tersenyum tipis

Aku nggak lagi ngelucu mbak, aku serius… bahkan Rasulullah aja menolong orang yang selalu mencaci makinya, itu lho pengemis yahudi yang buta, di pinggir jalan tuh dia selalu berteriak ‘jangan percaya pada orang yang bernama Muhammad, jangan pernah percaya’… padahal mbak, yang setiap hari menyuapinya makan, ya Rasulullah”

Mutiara kembali tersenyum melihat minah bercerita panjang lebar, dan tanpa sadar ia menitikkan air matanya seraya lirih berucap “Minah… kamu bukan saja menolongku dari keram di sekujur tubuhku… tapi juga telah menolong hatiku yang selama ini keram, dan tak pernah peka terhadap sekeliling,, kamu juga membuka mataku bahwa jilbab yang terulur itu, bukan hanya di tubuhmu, tapi juga dihatimu,,, terima kasih minah, terima kasih yaa Allah

***
2 tahun kemudian…

Langit bersaput awan, anak-anak kecil yang sedari tadi menyenandungkan shalawat badar di halaman depan, perlahan memasuki rumah yang bernuansa merah muda. Dan wanita yang berjilbab senada itu pun terlihat begitu sumringah melihat tingkah laku bocah yang berebutan kursi di meja makan.

Sayang,, hati-hati” ujar wanita yang mengenakan sepatu merah muda tanpa heels tinggi tersebut

Saking senangnya, anak-anak itu hanya menjawab dengan cengiran, seraya mengerlingkan mata kepada Mbok siti yang tengah mengelap meja makan. Mbok siti yang menyaksikan-pun hanya membalas dengan senyum kebahagiaan.

 Dan tak lama berselang muncul sesosok wanita membawa nampan yang berisi beberapa mangkuk, masih dengan logat kentalnya ia berujar “Mmhh,, mbak mutiara nggak usah khawatir, mereka itu kayak gitu karena sudah nggak sabar ingin menyantap masakan dari resep barunya chef minah

Seketika ruang makan tersebut di penuhi dengan riuh tawa menggelegar mendahului guntur, suara anak-anak yang tak memiliki ayah dan ibu tersebut membuat suasana rumah mewah nan megah itu makin semarak. Anggukan kepala yang diberikan oleh pemilik rumah yang tak lain adalah ayahnya, membuat mutiara dua tahun yang lalu semakin mantap menancapkan papan di depan pintu gerbang “Panti Asuhan Mutiara


Ket :
1)      Catwalk :  Tempat para model memperagakan pakaian saat fashion show
2)      Lighting : Teknik Pencahayaan
3)      Wig : Rambut Palsu
4)      Dress : Baju/blouse wanita




Read More..

Saturday, July 7, 2012

SAHAM PREFEREN ANAK PERUSAHAAN DAN LABA PER LEMBAR SAHAM KONSOLIDASIAN, PAJAK PENGHASILAN DAN TEORI-TEORI KONSOLIDASI





v  SAHAM PREFEREN ANAK PERUSAHAAN DAN LABA PER LEMBAR SAHAM KONSOLIDASIAN

Ø  Saham Preferen Yang Beredar Dari Anak Perusahaan
Sebagian besar saham preferen yang dikeluarkan adalah saham preferen kumulatif, non-partisipatif dan nonvoting (tidak berhak suara). Biasanya saham ini memiliki hak preferensi dalam hal likuidasi dan sering kali bisa ditarik dengan harga di atas nilai nominal atau nilai likuidasi. Laba bersih perusahaan investasi yang memiliki saham preferen pertama-tama dialokasikan kepada pemegang saham preferen berdasarkan perjanjian, sedangkan sisanya dialokasikan ke pemegang saham biasa. Sama halnya dengan ekuitas pemegang saham investasi, pertama-tama dialokasikan pada pemegang saham preferen berdasarkan perjanjian dan sisanya dialokasikan pada pemegang saham biasa.
Jika saham preferen memiliki harga yang diminta (call price) atau harga yang dibayarkan kembali (redemption price), maka nilai inilah yang digunakan dalam mengalokasikan ekuitas investasi kepada pemegang saham preferen. Jika saham preferen tidak memiliki harga yang diminta, maka ekuitas dialokasikan berdasarkan nilai nominal saham ditambah agio kalau ada. Kemudian, setiap utang dividen terutang dari saham preferen kumulatif harus dimasukkan dalam ekuitas yang dialokasikan kepada pemegang saham preferen.
Untuk saham preferen nonpartisipatif, laba dialokasikan kepada pemegang saham berdasarkan tingkat atau nilai preferensi. Apabila saham preferennya adalah kumulatif dan nonpartisipatif, laba tahun berjalan yang dialokasikan kepada pemegang saham preferen merupakan dividen tahun berjalan. Jadi laba dialokasikan pada saham preferen nonkumulatif, nonpartisipatif hanya jika dividen, diumumkan dan hanya sejumlah yang diumumkan tersebut.

Ø  Laba Per Lembar Saham Konsolidasian
Laba bersih dan laba per saham (LPS) perusahaan induk yang menggunakan metode ekuitas sama dengan laba bersih konsolidasi dan laba per saham konsolidasi. Tetapi perbedaan perhitungan yang timbul dalam menentukan laba bersih perusahaan induk dan laba bersih konsolidasi (yaitu : konsolidasi satu-baris dan konsolidasi) tidak terjadi pada perhitungan LPS. Perhitungan LPS perusahaan induk sama dengan perhitungan LPS konsolidasi. Prosedur LPS untuk investor yang memiliki pengaruh signifikan terhadap investasi adalah sama dengan prosedur untuk investor perusahaan induk.
Prosedur perusahaan induk dalam menghitung LPS tergantung pada struktur ekuitas perusahaan anak. Saat perusahaan anak tidak memiliki ekivalensi saham biasa atau sekuritas dilutif potensial yang beredar, prosedur untuk menghitung LPS konsolidasi sama dengan prosedur perhitungan pada perusahaan yang terpisah. Jika perusahaan anak memiliki ekivalensi saham biasa dan sekuritas dilutif yang potensial, maka efek dilutif potensial harus dipertimbangkan dalam menghitung LPS primer dan LPS dilutif penuh perusahaan induk.
Alasan untuk menyesuaikan perhitungan LPS perusahaan induk tergantung pada apakah sekuritas dilutif potensial perusahaan anak dapat dikonversikan menjadi saham biasa perusahaan anak atau perusahaan induk. Apabila dapat dikonversikan menjadi saham biasa perusahaan anak, dilutif potensial direfleksikan dalam perhitungan LPS perusahaan anak, yang nantinya akan digunakan untuk menentukan LPS perusahaan induk (dan konsolidasi). Apabila sekuritas dilutive dari perusahaan anak dapat dikonversikan menjadi saham biasa perusahaan induk, maka sekuritas tersebut diperlakukan sebagai ekivalensi saham biasa atau sekuritas dilutif lainnya perusahaan induk dan dimasukkan secara langsung dalam perhitungan LPS perusahaan induk.
v  AKUNTANSI UNTUK PAJAK PENGHASILAN ENTITAS TERKONSOLIDASI
Ø  Pajak Penghasilan Konsolidasian
Di Amerika, entitas-entitas terkonsolidasi diperbolehkan untuk menyampaikan laporan pajak konsolidasi maupun secara terpisah masing-masing entitas. Dasar yang berlaku bagi entitas-entitas terkonsolidasi untuk memilih perhitungan pajak berbasis laba kena pajak konsolidasi dari atau melaporkan secara terpisah pajak masing-masing entitas adalah tergolong atau tidaknya mereka sebagai kelompok terafiliasi atau affiliated group sesuai Internal Revenue Code seksi 1501 sampai 1505. Kelompok perusahaan saling terafiliasi jika perusahaan induk memiliki paling tidak 80% hak suara untuk seluruh jenis saham dan 80% atau lebih nilai total saham beredar, untuk setiap perusahaan yang tergabung di dalamnya. Perusahaan induk harus memenuhi 80% persyaratan langsung untuk paling tidak satu perusahaan yang tergabung didalamnya (USIRC 1504).
Tidak seperti di Amerika, peraturan perpajakan di Indonesia tidak mengenal pajak penghasilan berbasis laba konsolidasi. Setiap entitas terkonsolidasi yang terpisah secara hukum ialah perusahaan induk dan perusahaan-perusahaan anaknya menghitung dan melaporkan pajak penghasilan badan berdasarkan laba kena pajak masing-masing. Tidak ada pajak konsolidasi yang dihitung berdasarkan laba kena pajak konsolidasi.

Ø  Pajak Penghasilan Atas Penggabungan Usaha
Untuk tujuan perpajakan pengertian penggabungan usaha harus dibedakan dengan peleburan usaha atau dengan pemekaran usaha. Penggabungan usaha merupakan penggabungan dari dua badan usaha atau lebih dengan cara tetap mempertahankan berdirinya salah satu badan usaha dan likuidasi badan usaha lainnya yang bergabung. Peleburan usaha merupakan penggabungan dari dua atau lebih badan usaha dengan cara mendirikan badan usaha baru dan melikuidasi badan-badan yang bergabung. Pemekaran usaha adalah pemisahan satu badan usaha menjadi dua badan usaha atau lebih dengan cara mendirikan badan usaha baru dan mengalihkan sebagian aktiva dan pasiva kepada badan usaha tersebut yang dilakukan tanpa melakukan likuidasi badan usaha yang baru.
Ketentuan perpajakan di Indonesia memberlakukan pengenaan pajak secara khusus untuk perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha perbankan dan perusahaan-perusahaan yang akan menjual sahamnya di Bursa Efek dan satu sama lain memiliki hubungan istimewa. Masing-masing perusahaan berkewajiban membayar pajak penghasilan badan terpisah dan tidak boleh mengalihkan sisa kerugian dari badan usaha yang lama untuk sisa kerugian yang belum dikompensasikan.
Pengenaan pajak atas pengalihan aktiva dan kewajiban dalam rangka penggabungan usaha, peleburan, atau pemekaran usaha didasarkan pada nilai buku harta tersebut. Perusahaan yang menerima pengalihan aktiva dan kewajiban mencatat nilai perolehan aktiva dan kewajiban tersebut sesuai dengan nilai bukunya.

v  TEORI-TEORI KONSOLIDASI
Ø  Teori Induk Perusahaan
Teori induk perusahaan didasarkan pada asumsi bahwa laporan keuangan konsolidasi adalah perluasan dari laporan perusahaan induk dan harus dibuat dari sudut pandang pemegang saham perusahaan induk. Dalam teori ini, laporan keuangan konsolidasi dibuat untuk kepentingan pemegang saham perusahaan induk, namun pemegang saham minoritas tidak diharapkan mengambil manfaat dari laporan tersebut. Laba bersih konsolidasi dalam teori induk ini merupakan ukuran laba bagi pemegang saham perusahaan induk serta masalah-masalah tertentu dan ketidak konsistenan prosedur akuntansi muncul dalam hal kepemilikan pada perusahaan anak kurang dari 100%.

Ø  Teori Entitas
Teori entitas menggambarkan pandangan lain dari konsolidasi. Teori ini dikemukakan oleh Prof. Maurice Moonitz dan dipublikasikan oleh Asosiasi Akuntansi Amerika (American Accounting Association) pada tahun 1944 dengan judul “The Entity Theory of Consolidated Statements”. Hal paling utama dari teori entitas adalah bahwa laporan konsolidasi merefleksikan sudut pandang keseluruhan entitas usaha, yang menilai secara konsisten seluruh sumber daya yang dikendalikan entitas.
Dalam teori entitas, laba kepemilikan minoritas merupakan distribusi total laba konsolidasi dan kepemilikan pemegang saham minoritas merupakan bagian dari ekuitas pemegang saham konsolidasi. Teori entitas mensyaratkan bahwa laba dan ekuitas perusahaan anak ditentukan terhadap seluruh pemegang saham, sehingga jumlah totalnya dapat dialokasikan kepada pemegang saham mayoritas dan minoritas secara konsisten. Hal ini dapat dicapai dalam teori entitas dengan menggunakan nilai total untuk perusahaan anak dengan dasar harga yang dibayarkan perusahaan induk untuk kepemilikan mayoritasnya. Selisih lebih nilai total perusahaan anak atas nilai buku aktiva bersih perusahaan anak dialokasikan pada aktiva yang dapat diidentifikasi dan goodwill.

Ø  Teori Kontemporer
Teori kontemporer adalah refleksi dari dua teori, yaitu teori perusahaan induk dan teori entitas. Teori kontemporer ini berkembang dari praktik akuntansi, dan bukan merupakan pendekatan yang konsisten dalam membuat laporan keuangan konsolidasi




Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05

Read More..

PERUBAHAN KEPENTINGAN PEMILIK, PEMILIKAN TIDAK LANGSUNG DAN SALING PEMILIKAN (INDIRECT AND MUTUAL HOLDING)




v  PERUBAHAN KEPENTINGAN PEMILIK
Ø  Akuisisi Selama Suatu Periode Akuntansi
Apabila perusahaan anak diperoleh selama suatu periode akuntansi, beberapa penyesuaian konsolidasi harus dibuat untuk memperlakukan pendapatan dari perusahaan anak yang dihasilkan sebelum akuisisi terjadi dan termasuk dalam harga beli. Pendapatan seperti itu disebut penghasilan praakuisisi untuk membedakannya dari pendapatan entitas yang dikonsolidasikan. Begitupula, dividen praakuisisi adalah dividen yang dibayar atas saham sebelum akuisisi terjadi selama suatu periode akuntansi yang membutuhkan penyesuaian konsolidasi pada periode akuisisi.
*      Penghasilan Praakuisi
Pada dasarnya, penghasilan praakuisisi (purchased income) dapat dieliminasi dari pendapatan konsolidasi dengan salah satu dari dua metode. Penghasilan praakuisisi dapat dieliminasi dengan mengeluarkan penjualan dan beban perusahaan anak sebelum akuisisi dari penjualan dan beban-beban konsolidasi. Atau penghasilan praakuisisi dapat dieliminasi dengan memasukkan penjualan dan beban perusahaan anak pada laporan laba rugi konsolidasi untuk seluruh tahun dan mengurangkan pendapatan praakuisisi sebagai suatu unsur terpisah.
*      Dividen Praakuisisi
Dividen praakuisisi dapat dieliminasi dalam proses konsolidasi karena dividen tersebut tidak merupakan bagian dari ekuitas yang diperoleh.
*      Konsolidasi
Pendapatan praakuisisi dimasukkan dalam kertas kerja melalui ayat jurnal kertas kerja. Kemudian, pendapatan praakuisisi dibawa ke dalam laporan laba rugi konsolidasi sebagai pengurang dalam menghitung laba bersih konsolidasi. Klasifikasi pendapatan praakuisisi dalam laporan laba rugi konsolidasi sejajar dengan klasifikasi pendapatan hak minoritas. Kertas kerja konsolidasi untuk periode-periode selanjutnya tidak dipengaruhi oleh akuisisi tengah tahun.

Ø  Penyatuan Kepemilikan Selama Suatu Periode Akuntansi
Apabila penyatuan kepemilikan terjadi selama suatu periode akuntansi, pendapatan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung dikonsolidasikan untuk seluruh tahun dengan mengabaikan tanggal penggabungan. Kemudian laporan keuangan periode sebelumnya disajikan kembali untuk menunjukkan pengaruh penyatuan terhadap semua periode yang dilaporkan sebelumnya.
Syarat untuk menyatukan pendapatan dari perusahaan-perusahaan yang bergabung untuk seluruh tahun penggabungan mempunyai implikasi yang penting dalam pencatatan investasi pada perusahaan-perusahaan yang bergabung dalam suatu periode akuntansi dan dalam mempertanggungjawabkan investasi yang demikian berdasarkan metode ekuitas. Pendapatan dan saldo laba induk berdasarkan metode ekuitas seharusnya sama dengan pendapatan dan saldo laba konsolidasi atau gabungan. Karena itu, investasi pada suatu perusahaan yang bergabung dicatat pada nilai buku dari kepemilikan yang diperoleh pada awal periode penyatuan, diturunkan dengan dividen yang dibayar sebelum penggabungan, tetapi tidak dinaikkan dengan penghasilan praakuisisi.

Ø  Akuisisi Bertahap
Suatu perusahaan mungkin memperoleh kepemilikan perusahaan lain dalam suatu rangkaian pembelian saham yang terpisah selama suatu periode. Jenis akuisisi seperti ini tidak menimbulkan masalah analisis yang baru jika perusahaan induk mempertanggungjawabkan investasinya berdasarkan metode ekuitas. Akan tetapi, akuisisi seperti ini memerlukan perhitungan pendapatan investasi dan laba bersih konsolidasi yang rinci.
Ø  Perubahan Kepentingan Pemilik
Kepemilikan perusahaan induk/investor pada perusahaan anak/investasi mungkin berubah sebagai akibat perusahaan anak menjual saham tambahan atau perusahaan anak menjual saham miliknya sendiri. Pengaruh aktivitas-aktivitas tersebut pada perusahaan induk/investor tergantung pada harga saat saham tambahan tersebut dijual atau saham diperoleh kembali dibeli, dan pada apakah perusahaan induk dilibatkan secara langsung dalam transaksi-transaksi dengan perusahaan anak.

Ø  Dividen Saham dan Pemecahan Saham Oleh Anak Perusahaan
Dividen saham (stock dividend) dan pemecahan saham (stock split) oleh perusahaan anak yang sebagian besar dimiliki tidaklah umum kecuali hak minoritas tersebut diperdagangkan secara aktif di pasar sekuritas. Hal ini dikarenakan manajemen perusahaan induk mengendalikan tindakan tersebut dan biasanya tidak ada manfaat yang diperoleh oleh entitas yang dikonsolidasikan atau perusahaan induk dari peningkatan jumlah saham yang beredar perusahaan anak melalui pemecahan saham atau dividen saham.
Pemecahan saham oleh perusahaan anak meningkatkan jumlah saham yang beredar, tetapi hal ini tidak mempengaruhi baik aktiva bersih perusahaan anak maupun akun ekuitas. Persentase kepemilikan perusahaan anak dan, karena itu, akuntansi dan prosedur konsolidasi perusahaan induk tidak dipengaruhi. Observasi yang sama juga diterapkan pada dividen saham oleh perusahaan anak kecuali bahwa akun ekuitas perusahaan anak berubah karena dividen saham tersebut.

v  PEMILIKAN TIDAK LANGSUNG DAN SALING PEMILIKAN (Indirect and Mutual Holding)
Ø  Struktur Afiliasi
Kerumitan dari struktur afiliasi suatu perusahaan tidak terbatas. Walaupun demikian, jenis dasar dari struktur afiliasi tidak sulit untuk dikenali.
Jenis dasar dari struktur afiliasi  adalah sebagai berikut :
1.      Kepemilikan langsung, dengan:
a.       Satu perusahaan anak,
b.      Beberapa perusahaan anak.
2.      Kepemilikan langsung dan tidak langsung, dengan:
a.       Hubungan induk-anak-cucu,
b.      Afiliasi terkait.
3.      Kepemilikan timbal-balik, dengan:
a.       Kepemilikan timbal balik induk-anak,
b.      Afiliasi terkait saling memiliki.

Kepemilikan langsung (direct holding) dihasilkan dari invetasi langsung atas saham dari satu atau lebih perusahaan investasi. Sedangkan kepemilikan tidak langsung (indirect holding) adalah investasi yang memungkinkan investor untuk mengendalikan atau secara signifikan mempengaruhi keputusan dari investasi yang tidak dimiliki secara langsung melalui investasi yang dimiliki secara langsung.

Ø  Pemilikan Saham Anak Perusahaan Secara Tidak Langsung
Masalah utama yang dihadapi sehubungan dengan pengendalian tidak langsung meliputi penentuan pendapatan dan ekuitas dari perusahaan afiliasi dengan dasar ekuitas. Setelah pendapatan dan ekuitas dari perusahaan afiliasi disesuaikan dengan dasar ekuitas, prosedur konsolidasi akan sama, baik untuk kepemilikan langsung maupun kepemilikan tidak langsung. Tetapi, mekanisme dalam proses konsolidasi yang akan dilakukan mungkin akan lebih rumit karena adanya beberapa perhitungan tambahan yang diperlukan untuk mengkonsolidasikan operasi dari beberapa perusahaan.
Beberapa prosedur yang berkaitan dalam pemilikan saham anak perusahaan secara tidak langsung :
*      Metode Akuntansi Ekuitas Untuk Afiliasi Induk-Anak-Cucu
*      Pendekatan Untuk Perhitungan Laba Bersih Konsolidasi
*      Kertas Kerja Konsolidasi Metode Ekuitas
*      Kertas Kerja Konsolidasi Metode Biaya Perolehan.

Ø  Saling Pemilikan Saham (Mutual Holding)
*      Kepemilikan Timbal Balik Saham Perusahaan Induk Yang Dimiliki Perusahaan Anak

Apabila perusahaan afiliasi saling memiliki kepemilikan satu sama lain, maka timbullah mutual holding. Saham perusahaan induk yang dimiliki oleh perusahaan anak, dari sudut pandang konsolidasi tidak termasuk saham yang beredar dan tidak boleh dilaporkan sebagai saham yang beredar dalam neraca konsolidasi.
Dua metode akuntansi untuk perusahaan induk yang sahamnya dimiliki oleh perusahaan anak dapat digunakan, yaitu pendekatan saham dibeli kembali (treasury stock approach) dan pendekatan konvensional (conventional approach). Dalam pendekatan saham dibeli kembali, saham perusahaan induk yang dimiliki oleh perusahaan anak dianggap sebagai saham dibeli kembali entitas konsolidasi. Oleh karena itu, akun investasi dalam buku perusahaan dalam buku perusahaan anak tetap menggunakan dasar biaya perolehan dan dikurangkan dari ekuitas pemegang saham dalam neraca konsolidasi. Sedangkan pendekatan konvensional, menggunakan dasar ekuitas untuk menghitung investasi perusahaan anak dalam saham perusahaan induk dan mengeliminasi akun investasi perusahaan anak pada perusahaan induk dengan cara biasa.

*      Saham Perusahaan Anak Yang Dimiliki Secara Timbal Balik
Saham perusahaan induk yang dimiliki dalam struktur afiliasi bukanlah saham-saham yang beredar dan tidak boleh dilaporkan sebagai saham-saham yang beredar baik dalam laporan keuangan perusahaan induk yang menggunakan metode akuntansi ekuitas maupun dalam laporan keuangan konsolidasi.
Dua pendekatan umum yang digunakan untuk mengeliminasi pengaruh kepemilikan timbal balik saham perusahaan induk yaitu pendekatan saham dibeli kembali dan pendekatan konvensional. Namun dalam hal ini, kepemilikan timbal balik meliputi kepemilikan saham perusahaan anak secara timbal balik dan pendekatan saham dibeli kembali tidak dapat digunakan.




Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05
Read More..

From VLP To Friends

Blog Indonesia

blog-indonesia.com

VLP Chats

Hitstats

Indonesia Blogger

Blogger Indo