Friday, January 20, 2012

Autumn In February - Part 2




**...Gugur tak ingin hadir di februari...**


Gelayut senja pun telah menghilang berganti menjadi malam yang penuh bintang... zak yang terlihat sibuk mengerjakan tugas sampai-sampai ia hampir lupa mengabari umminya tentang keadaannya seharian tadi... mungkin karena hari ini hari jum'at makanya tiba-tiba saja ada rasa yang menyeruak dibenaknya... "heum,, besok sabtu, lusa minggu,, kangen..." ucapnya lirih sembari perlahan menarik nafas...


Zak pun sejenak berhenti mengerjakan tugas lalu segera meraih hpnya... zak memang terbilang sangat dekat dengan umminya namun biarpun seperti itu, tetap saja masih ada hal yang dia sembunyikan... Baginya ummi hanya perlu tau tentang kuliah, makan dan kesehatannya saja... selebihnya mengenai perasaan yang ada dalam hatinya hanya ia ceritakan di sepertiga malamNya...


Zak merupakan anak kedua dari tiga bersaudara... kakak dan adiknya, masing-masing hanya berselang dua tahun dari umurnya... anak-anak dari pak zuryawan tersebut memang memiliki acara khusus setiap weekendnya walaupun Zury's Cake & Bakery sibuk mereka tetap memiliki waktu luang untuk berkumpul,, urusan bakery dihari minggu dilimpahkan kepada supervisor... yaa.. bakery yang terkenal dengan cita rasa yang khas dan kreasinya yang kreatif inilah yang menjadi sumber pundi-pundi penghidupan mereka... walaupun pangsa pasarnya hanya seputaran kalimantan namun tetap saja usaha ini memberikan masukan yang terbilang melimpah setiap harinya dan setiap laporan keuangan triwulanannya tetap menunjukkan hasil yang memuaskan...


Acara khusus yang dimaksud tidak lebih dari liburan, sembari berwisata kuliner... sekaligus hal ini dijadikan bahan riset mereka untuk pengembangan kreatifitasnya di bakery... yaa.. bukan hanya diseputaran kota khatulistiwa saja, kadang juga di luar kota... selain liburan itu zak juga sangat merindukan adiknya zasyi,, setiap habis berjamaah di dzuhur hari sabtu pasti selalu terlontar perjanjian sahnya... sambil memeluk umminya lalu berkata "ummiku yang cantik,, hari ini hari sabtu dan besok hari minggu,, mmhh,, karena anak-anak ummi ka' zatir, ka' zak dan ade yang paling cantik ini libur... maka sekarang juga Zasyi nyatakan ummi juga libur besok... sah... sah... dengan ketuk piring tiga kali..." ketukan piring itu selalu berakhir dengan kericuhan, zasyi yang selalu saja menjahili zak dengan mendentingkan ketukan piring ditelinga zak... yaa.. memang selalu ada sendok dan piring besi kecil di bawah sajadah zasyi, setiap dzuhur sabtu... bila mengingat semua itu zak hanya bisa menatap wajahnya di cermin lalu senyum-senyum sendiri... "ahh,, ternyata begitu menyiksa jauh dari kalian...hufftt..." zak hanya bisa menggerutu seperti itu ketika semua bayangan itu terlontar kembali...

30 menit mengobrol dengan umminya, zak pun merasa sedikit lega,, seusai itu ia pun kembali lanjut mengerjakan tugas... belum beberapa menit,, tiba-tiba hpnya berdering,, dering sms... dengan lihai zak segera membaca pesannya "Assalamu'alaikum,, nona Zuryz CB... sekedar info nih, InsyaALLAH lusa aku berangkat... do'akan ya.. akhirnya turki kini bukan mimpi lagi... owya,, kira-kira tanggapan dari zahra tangan kanan ini apa yaa ? :p..."

Zak segera mereply sms tersebut "wa'alaikum salam,, k' akram kebiasaan deh,, namaku aldina kinan bukan tangan kanan... mmhh,, jadi setengah hati ini ngedo'ainnya...heee :( ..."

Berselang dua menit kemudian hpnya kembali berkerjap "ohh,, jadi ceritanya ngambek nihh,, yah udah sekarang kinan dipersilahkan... senyum donk,, senyum itukan ibadah :)..."

Zak hanya tersenyum lalu mereply lagi "Mmmhh,, yaa lumayanlah calon master ini,, dah pinter tapi cuma dikit...heee... koment untuk turkinya gini :: seindah-indahnya turki, pontianakku tetap di hati ^_^..."

Dering sms kembali berbunyi "Pinter dikit yaa,, ga pa-pa lah... alhamdulillah, setidaknya ada pengakuan...hee... Balasan komennya --> Sejauh-jauhnya depok,, turki lebih jauh... & semeriahnya ibu kota, khatulistiwa tetap meriah dihati :)... "

Dengan wajah gemasnya zak kembali mereply "Yee... GR-an si camas (calon master) ini...huu... mentang-mentang lebih jauh... pamerrr... jadi muless...hehe... Owya,, boleh juga tuh khatulistiwa meriah dihati ^_^... "

Getar hp zak kembali berderit... "Iya pamernya khusus untuk orang depok yang satu ini... ya udah biar mulesnya hilang, istirahat yang cukup yaa,, jangan terlalu larut tidurnya...hehe... owya,, kk pamit ya tangan kanan,, assalamu'alaikum :)... "

Zak pun secepat kilat mengetik "Wa'alaikum salam @_@ ... "


Malam yang indah... bintang diluar sana seperti mengerlingkan sebelah matanya pada zak... akram adalah saudara jauh dari umminya... yaa... sedari kecil zak dan akram memang sangat akrab... itu dikarenakan akram mondok di pesantren yang tidak jauh dari rumah zak... jadi terkadang di hari liburnya akram jadwalkan untuk berkunjung ke rumah zak... dan istilah tangan kanan itu diberikan akram ketika zak masih duduk di bangku sekolah dasar... itu karena zak selalu saja ikut dan menurut bila akram mengajak bermain dilapangan dekat masjid... yaa... keakraban mereka terus berlanjut hingga sekarang... namun entah kenapa setiap akram menyapanya zak merasa ada hal yang berbeda... seolah bukan hanya sekedar teman kecil ataupun saudara jauh... yaa seperti ada yang berbeda... namun zak terkadang melenyapkan semua rasa aneh yang ada dalam benaknya tersebut... walaupun ia sendiri merasa senang bila akram menyapanya,, baginya itu seperti obat penenang di tengah hiruk pikuknya masalah kehidupan... "ahh,, aku tidak boleh seperti ini,, mana mungkin bisa..." itulah kalimat yang selalu terlontar di benaknya setiap zak memikirkan kembali kemungkinan kebenaran perasaannya...

Malam yang kini berselimut bintang meniupkan aroma-aroma ketenangan bagi penghuni bumi yang menyaksikannya... malam memberikan kesenyapan untuk para penduduk yang kini sebagian besar telah terlelap... zak yang terlelap terlihat tersenyum.. mungkin iya tersenyum pada malam atau bintang yang menenangkannya ataukah... entahlah, hanya dia yang tahu...



**...Gugur tak ingin hadir di februari...**



 To be continued
Read More..

Sunday, January 15, 2012

2012, Akhirnya Datang Juga


Assalamu'alaikum sobat maya semua... gimana kabarnya kalian dalam tahun 2012... semoga kita semua senantiasa dalam Lindungan-NYA yaa sobat... Aamiin Allahumma Aamiin... ^_^

Owya sobat maaf yaa,, artikel 2012nya baru di update... tapi ga pa-pa lah... yang penting kan bukan moment tahun baruannya, namun do'a untuk tahun ini... Semoga 2012 barokah dan senantiasa dalam kebaikan serta dalam segala hal menjadi jauh lebih baik dari tahun kemarin... Aamiin Allahumma Aamiin... ^_^

hemm,, ngomong-ngomong soal tahun baruan... sobat punya pengalaman apa aja kemarin waktu moment pergantian tahun... kalo ngeliat di status jejaring sosial fezbukk,, ada sobat yang ngumpul bareng keluarga,, ada juga ngumpul bareng teman,, ada juga yang jalan bareng ma kekasihnya,, ada juga yang nyiapin pesta habis-habisan (makan-makan atau apalah yang jelasnya mereka buat party2 gitu)... ada juga yang cuma dirumah nonton... heumm kalo sobat tergolong yang mana ???

Nahh,, karena aku dah bertanya ma sobat sekarang giliran ku yang bercerita tentang  kegiatanku di moment pergantian tahun...hehehe... ^_^

mmhh... moment pergantian tahun kan tepatnya malam minggu sobat,, jadi banyak yang berfikir "long holidays in the new year ago"... tapi lain halnya dengan aku sobat, disaat semua orang pada libur, aku malah tetap kuliah di tanggal 31 desember itu, but it's okelah ga ngaruh kok... :P

Yuuppss,, kuliahku yang memang hanya dua hari dalam seminggu itu memang tidak diliburkan,,, jadinya siang sampe sore aku dan teman-teman kuliah hanya nangkring dalam kelas mendengarkan dosen menjelaskan... namun tetap aku bersyukur, alhamdulillah kami terjaga dalam kebaikan (dalam menuntut ilmu)... barulah setelah sepulang kuliah tepatnya pukul 17:30 aku dan sahabatku menuju supermarket terdekat dari kampus (uppss,, bukan untuk ikutan pesta atau apa, namun cuman numpang ambil uang di aTm trus makan, lalu beli kebutuhan sehari-hari dan pulang dehh...) ahahayy,, mungkin ada yang bilang garing amat sihh,, ga ada serunya... tapi biarlahh orang mengatakan apa yang penting hal yang kulakukan dalam kebaikan... InsyaAllah... ^_*

Nahh,, kan bukan moment sebelumnya yang kebanyakan ditunggu oleh orang-orang namun tepat pukul 00:00 nya,,, yaahh,, kalo aku di saat pukul 00:00 cuman berada dalam kamarku menunggu waktu hingga mataku terpejam...hehehe...

Itu ceritaku apa ceritamu sobat ?? *_^05


Sumber pict :: google pict


Read More..

Autumn In February - Part 1





***...Gugur tak ingin hadir di februari...***


Assalamu'alaikum,, perkenalkan namaku Zahra Aldina Kinan... Aku berasal dari kota khatulistiwa, ya tepatnya lulusan dari SMA Negeri 1 Pontianak... Alhamdulillah, walaupun nilaiku tidak begitu tinggi namun aku sangat bersyukur karena Allah memberiku kesempatan untuk menuntut ilmu dan bertemu dengan kalian semua di sini,, di Universitas yang aku idam-idamkan sedari kecil... Owya teman-teman,, aku biasa di panggil ZAK oleh orang-orang terdekatku, tapi kadang juga ada yang manggil zahra, dina, ataupun kinan... namun bagiku apapun panggilan kalian InsyaAllah aku tetap berkenan... dan semoga kalian juga berkenan berkenalan dan berteman denganku... Wassalamu'alaikum...

Jawaban salam pun bergema di iringi tepuk tangan riuh  bertalu-talu dalam ruang kelas yang dijadikan tempat pengumpulan mahasiswa baru jurusan manajemen... gadis berkerudung merah muda itu seolah menghipnotis siapapun yang memandangnya... parasnya yang ayu, suaranya nan lembut serta senyumannya yang sangat manis itu membawa kesejukan tersendiri bagi mata yang menatapnya...

Semburat kelelahan pun tak nampak di wajah-wajah mereka meski beberapa hari ini telah melewati masa-masa ospek... ya, termasuk tradisi yang biasa dilakukan dikampus almamater kuning tersebut "tradisi senam surga"... wajah mereka tetap tampak sumringah seolah memiliki berjuta-juta energi lagi yang belum tergunakan... satu sama lainnya hanya terlihat saling tukaran no. hp... yaa ini memang awal episode baru mereka... episode kehidupan yang akan berisi suka ataupun cita namun yang jelas episode ini kelak mengantarkan mereka pada masa depan yang cemerlang...

"Hai.. namaku lena... owya,, aku panggil kamu kinan aja ya,, ga pa-pa kan ?" sapa gadis berkerudung biru tersebut
Zak yang baru saja kembali ke dalam barisan mahasiswa lainnya itu segera memperbaiki posisi duduknya, dan tanpa kehilangan senyuman di wajahnya ia pun berucap "ga pa-pa kok... aku senang berkenalan denganmu lena..."

"Aku juga senang berkenalan denganmu...kinan..." lena tersenyum sumringah sembari mengerlingkan matanya

Perkenalan itu berlanjut... dan mereka menjadi satu dalam dunia yang dinamakan persahabatan... dunia yang menjadikan mereka mengerti tentang arti sebuah ketulusan dan tentang arti sebuah kehidupan... tidak ada nama khusus diantara mereka berdua namun slogan (Kinan & Lena's friendship will never ends)" menjadi banner di blog mereka...


***
Sebulan kemudian...

Waktu telah menunjukkan pukul 17:45

Zak melangkah secepat mungkin menuju rumah kontrakannya yang tinggal beberapa meter lagi dari tikungan jalan... tidak ada hal lain yang ada difikiranya, yang ada hanya ingin secepatnya sampai dan sesegera mungkin mandi lalu beristirahat sejenak sembari menunggu magrib tiba... kegiatan perkuliahan seharian sepertinya telah benar-benar menguras tenaganya,, peluh tak berhenti bercucuran di keningnya dan itu pun yang membuatnya tak pernah melepaskan tissu meski sedetikpun...

Senja dikaki langit menemani kaki-kaki kecil itu melangkah... meski senja beradu dengan sepoi di atas sana... ia tetap meronakan keanggunannya di lengkungan bumi... 

Sementara di belahan bumi lainnya senja tak begitu bergairah... ia hanya berjalan mengintari alurnya namun tak berani menampakkan wajahnya, yang terlihat hanyalah awan yang bergumpal...

Belahan bumi ini memang berbeda... ya,,  di sudut kota khatulistiwa itu terlihat sosok pemuda yang tengah merapikan berkas-berkasnya yang baru saja bertebaran... pemuda berkulit kuning langsat, mata sipit, dan rambut cepak itu pun terlihat menghela nafas berkali-kali... ia mencoba memastikan bahwa diantara berkas-berkas tersebut tidak ada yang hilang... dan tidak lama kemudian selirih kalimat terucap dari bibirnya "alhamdulillah semuanya masih utuh, trimakasih yaa Allah..." dan memang benar bila berkas-berkas itu adalah masa depan cemerlang bagi seorang akram ardiansyah...

Kicauan burung yang sama dengan nuansa senja dan tempat yang berbeda, memberikan jarak yang utuh diatas selaksa hati mereka... namun meskipun berada di rona senja yang berbeda,, senja kali ini tetap menyatukan suara kaki-kaki mereka yang berdetak di atas bumi...




***...Gugur tak ingin hadir di februari...***



To be continued
Read More..

Saturday, January 14, 2012

Ketika Syaitan Membentangkan Sajadah


Siang menjelang dzuhur. Salah satu Iblis ada di Masjid. Kebetulan hari itu Jum'at, saat berkumpulnya orang. Iblis sudah ada dalam Masjid. Ia tampak begitu khusyuk. Orang mulai berdatangan. Iblis menjelma menjadi ratusan bentuk & masuk dari segala penjuru, lewat jendela, pintu, ventilasi, atau masuk lewat lubang pembuangan air.

Pada setiap orang, Iblis juga masuk lewat telinga, ke dalam syaraf mata, ke dalam urat nadi, lalu menggerakkan denyut jantung setiap para jamaah yang hadir. Iblis juga menempel di setiap sajadah. “ Hai, Blis! “ , panggil Kiai, ketika baru masuk ke Masjid itu. Iblis merasa terusik : “ Kau kerjakan saja tugasmu, Kiai. Tidak perlu kau larang-larang saya. Ini hak saya untuk menganggu setiap orang dalam Masjid ini! “ , jawab Iblis ketus.


“ Ini rumah Tuhan, Blis! Tempat yang suci, Kalau kau mau ganggu, kau bisa diluar nanti! “ , Kiai mencoba mengusir. “ Kiai, hari ini, adalah hari uji coba sistem baru “ . Kiai tercenung. “ Saya sedang menerapkan cara baru, untuk menjerat kaummu “ . “ Dengan apa? “ “ Dengan sajadah! “ “ Apa yang bisa kau lakukan dengan sajadah, Blis? “ “ Pertama, saya akan masuk ke setiap pemilik saham industri sajadah. Mereka akan saya jebak dengan mimpi untung besar. Sehingga, mereka akan tega memeras buruh untuk bekerja dengan upah di bawah UMR, demi keuntungan besar! “ “ Ah, itu kan memang cara lama yang sering kau pakai. Tidak ada yang baru,Blis? “ “ Bukan itu saja Kiai... “ “ Lalu? “ “ Saya juga akan masuk pada setiap desainer sajadah. Saya akan menumbuhkan gagasan, agar para desainer itu membuat sajadah yang lebar-lebar “ “ Untuk apa? “ “ Supaya, saya lebih berpeluang untuk menanamkan rasa egois di setiap kaum yang Kau pimpin, Kiai! Selain itu, Saya akan lebih leluasa, masuk dalam barisan sholat. Dengan sajadah yang lebar maka barisan shaf akan renggang. Dan saya ada dalam kerenganggan itu. Di situ Saya bisa ikut membentangkan sajadah “ .


Dialog Iblis dan Kiai sesaat terputus. Dua orang datang, dan keduanya membentangkan sajadah. Keduanya berdampingan. Salah satunya, memiliki sajadah yang lebar. Sementara, satu lagi, sajadahnya lebih kecil.


Orang yang punya sajadah lebar seenaknya saja membentangkan sajadahnya, tanpa melihat kanan-kirinya. Sementara, orang yang punya sajadah lebih kecil, tidak enak hati jika harus mendesak jamaah lain yang sudah lebih dulu datang. Tanpa berpikir panjang, pemilik sajadah kecil membentangkan saja sajadahnya, sehingga sebagian sajadah yang lebar tertutupi sepertiganya.


Keduanya masih melakukan sholat sunnah.


“ Nah, lihat itu Kiai! “ , Iblis memulai dialog lagi. “ Yang mana? “ “ Ada dua orang yang sedang sholat sunnah itu. Mereka punya sajadah yang berbeda ukuran. Lihat sekarang, aku akan masuk diantara mereka “ .


Iblis lenyap. Ia sudah masuk ke dalam barisan shaf.


Kiai hanya memperhatikan kedua orang yang sedang melakukan sholat sunah. Kiai akan melihat kebenaran rencana yang dikatakan Iblis sebelumnya. Pemilik sajadah lebar, rukuk. Kemudian sujud. Tetapi, sembari bangun dari sujud, ia membuka sajadahya yang tertumpuk, lalu meletakkan sajadahnya di atas sajadah yang kecil. Hingga sajadah yang kecil kembali berada di bawahnya. Ia kemudian berdiri. Sementara, pemilik sajadah yang lebih kecil, melakukan hal serupa. Ia juga membuka sajadahnya, karena sajadahnya ditumpuk oleh sajadah yang lebar. Itu berjalan sampai akhir sholat.


Bahkan, pada saat sholat wajib juga, kejadian-kejadian itu beberapa kali terihat di beberapa masjid. Orang lebih memilih menjadi di atas, ketimbang menerima di bawah. Di atas sajadah, orang sudah berebut kekuasaan atas lainnya. Siapa yang memiliki sajadah lebar, maka, ia akan meletakkan sajadahnya diatas sajadah yang kecil. Sajadah sudah dijadikan Iblis sebagai pembedaan kelas.


Pemilik sajadah lebar, diindentikan sebagai para pemilik kekayaan, yang setiap saat harus lebih di atas dari pada yang lain. Dan pemilik sajadah kecil, adalah kelas bawah yang setiap saat akan selalu menjadi sub-ordinat dari orang yang berkuasa.


Di atas sajadah, Iblis telah mengajari orang supaya selalu menguasai orang lain. “ Astaghfirullahal adziiiim “ , ujar sang Kiai pelan. 


 


*** Sumber :
Shared 1'st :: berita2plus.blogspot.com
Shared 2'nd ::  http://www.sman1-ptk.sch.id/html/index.php?id=artikel&kode=28 
Pict :: Google pict 

Read More..

From VLP To Friends

Blog Indonesia

blog-indonesia.com

VLP Chats

Hitstats

Indonesia Blogger

Blogger Indo