Monday, April 30, 2012

Kisah sebutir telur dan sepotong dendeng

Di suatu senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut. “Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih.” Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan. Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun. Lalu mereka menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan membayar ia berkata dengan pelan: “Dapatkah Bapak menyiram sedikit kuah sayur di atas nasi saya?” Istri pemilik restoran berkata sambil tersenyum: “Silahkan, ambil kuah sayur mana saja yang engkau suka, tidak perlu bayar!” Pemuda ini berpikir : “Di restoran ini, kuah sayur gratis.” Lalu ia memesan semangkuk lagi nasi putih. “Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya.” Dengan tersenyum ramah pemilik restoran berkata kepada pemuda ini. “Bukan, untuk dibawa pulang, besok saya akan membawanya ke sekolah sebagai bekal makan siang saya!” Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik restoran berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota, demi menuntut ilmu datang ke kota untuk menempuh pendidikan, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti. Pemilik restoran lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut.

Sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja. Dan memberikan kepada pemuda ini. Melihat perbuatannya, istrinya paham jika suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi. Suaminya kemudian membisik kepadanya: “Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk di atas nasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung dan lain kali dia tidak akan datang lagi. Jika dia ke tempat lain dan hanya membeli semangkuk nasi putih, dari mana ada gizi untuk bersekolah.” “Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya.” “Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku?” sambut suaminya dengan senyum hangat. Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain. “Terima kasih, saya sudah selesai makan.”

Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia sudah mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka. “Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat!” kata pemilik restoran sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini, besok jangan segan-segan datang lagi. Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus lagi untuk bekal keesokan hari. Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat sekolah.

Setelah tamat sekolah, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi di restoran tersebut karena sudah bekerja di kota lain. Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur. Suami istri ini tiba-tiba kehilangan mata pencaharian. Dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan, membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik. Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor yang bagus. “Apa kabar? Saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan. Saya diperintahkan oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami. Perusahaan kami telah menyediakan semuanya. Kalian hanya perlu membawa koki dan “keahlian” kalian kesana, keuntungannya akan dibagi dua dengan perusahaan.” “Siapakah direktur diperusahaan Anda? Dan mengapa ia begitu baik terhadap kami? Saya tidak pernah mengenal seorang yang begitu mulia!” sepasang suami istri ini berkata dengan terheran-heran. “Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami! Direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu. Yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya.”

Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul. Setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini. Jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang. Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka: “Bersemangat ya! Di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok!”

Sobat Kebaikan memang tidak akan lekang oleh waktu, dan tak kan lapuk di telan masa,, semoga kita semua senantiasa di beri petunjuk-Nya dan senantiasa mampu menjadi manusia yang memberikan manfaat yang sebanyak-banyaknya bagi orang lain...  aamiin..



Sumber :: 
shared by :: http://kisahislami.com/
Pict ::  Google pict




 Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05

Read More..

Wednesday, April 25, 2012

Kisah Rasulullah dengan Jeruk

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

 Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda.

Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan “Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab itu saya habiskan semuanya.”

Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berhasil. Rancangannya telah hancur lebur oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.


 Sumber ::
Story :: http://virouz007.wordpress.com
pict :: google pict


Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05




Read More..

Kisah Tukang Bakso

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Sobat maya... alhamdulillaah, Allaah masih memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali... nahh coretan yang ini merupakan salah kisah inspiratif yang di ambil dari kisah hidup salah satu saudara seiman kita,, berikut ceritanya sob,, semoga bermanfaat >>>

Di suatu senja sepulang kantor,  pak noval mengurus tanaman di depan rumahnya, sambil memperhatikan beberapa anak asuhnya yang sedang belajar menggambar peta, mewarnai..  Dan pada sore itu, hujan rintik-rintik juga turut menyertai, hujan yang memang selalu hadir di karenakan memang tengah musim penghujan.

Dan sementara asyiknya mengurus tanaman tiba-tiba terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat… pak Noval hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso.

Selesai makan bakso, pak noval  langsung membayarnya.

Dan, ada satu hal yang menggelitik fikirannya selama ini, karena setiap kali membayar ke abang bakso tersebut , si abang tukang bakso selalu memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Pak Noval ini pun bertanya untuk memecahkan rasa penasarannya selama ini.

Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu pisahkan? Barangkali ada tujuan?

Iya pak, memang sengaja saya memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman seorang muslim”.

Maksudnya…?” pak noval bertanya lagi.

“Iya Pak, kan dalam agama islam menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Sengaja saya membagi 3 tempat, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari untuk keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq /sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, artinya tabungan untuk menyempurnakan rukun islam yang ke 5 yakni melaksanakan ibadah haji. Nah, Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar, Maka saya dengan istri sepakat bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, kami harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji.. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Seketika pak noval merasa sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Lalu pal noval pun mengajukan beberapa pertanyaan lagi “Iya mang, tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…? termasuk memiliki kemampuan dalam biaya…?"

Abang Tukang bakso menjawab, “Itulah sebabnya Pak, justru kami malu kepada Tuhan kalau bicara soal Rezeki karena kami sudah diberi Rezeki. Semua orang pasti mampu kok kalau memang niat." menurut saya definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri kita sebagai orang yang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri kita “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangan-Nya Allah akan memberi kemampuan pada kita."

Masya Allah…" hanya kata itulah yang keluar dari bibir pak noval setelah mendengar penuturan abang tukang bakso tersebut


Semoga kita semua dapat memetik manfaatnyaa,,, aamiin...



Sumber ::
Story :: http://buyanur.com/2010/05/21/pencerahan-hati-kisah-tukang-bakso/
Pict :: Google pict  


Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05
 


Read More..

Friday, February 3, 2012

Autumn In February - Part 7





**...Gugur tak ingin hadir di februari...** 

3 Tahun kemudian

Zak hari ini menggunakan kemeja berwarna biru dipadankan dengan blazer panjang berwarna peach… wajahnya yang manis dibalik kerudung yang senada itu  membuatnya seperti terlihat wanita paling sempurna di dunia… namun zak tak pernah sedikitpun membanggakan itu… hal itu hanyalah bisikan-bisikan kecil dari karyawan-karyawan kantor yang terkadang suka bergosip… sedari parkiran tadi ia terlihat melangkah begitu anggunnya menuju lift… tangannya yang menggamit tas dan senyumnya yang tak pernah lepas dari wajah teduhnya membuat semua orang yang menatapnya tak pernah sedikitpun berfikir bila hidupnya itu dipenuhi kegamangan… zak memang telah terbiasa mengunci rapat-rapat tentang hal apapun yang dia rasakan… baginya, hal itu biarlah hanya dia dan Sang Maha Tahu yang mengetahuinya…

Begitu tiba di ruangannya zak yang baru saja meletakkan tas tiba-tiba dikagetkan oleh suara ketukan pintu…

“Assalaamu’alaikum,, maaf mengganggu bu Zahra…”

“Wa’alaikumussalam,, silahkan masuk ty…”

“Maaf bu,, kemarin saya tidak memberitahukan ibu tentang hal ini,, takutnya ibu khawatir…”

“Memangnya ada apa ty,, keliatannya kamu cemas begitu…”

“Mmmhh… gini bu… 2 hari yang lalu waktu ibu masih diluar kota,, salah satu pemegang saham yang termasuk dalam kategori 3 terbesar, menelpon dan ingin membuat janjian pertemuan dengan ibu… dan melihat skedul ibu yang sangat padat kedepannya,, maka saya mengatakan kalau hari ini saja 30 menit dari selesai waktu istirahat…”

“Ohh gitu,, ga apa-apa ty,, makasih yaa…”

“Iya sama-sama bu… ety permisi dulu bu… assalaamu’alaikum…”

“Wa’alaikumussalam…”

Pukul 13.25

Zak yang terlihat segar setelah ishoma tersebut, kini terlihat kembali larut dalam buaian pekerjaannya yang menumpuk… dan kembali suara ketukan pintu membuyarkan konsentrasinya…

Assalaamu’alaikum…

Wa’alaikumussalam,, silahkan masuk…

Pintu terbuka dan zak tertegun melihat siapa yang kini berdiri di depannya… kata-katanya untuk mempersilahkan duduk itupun berubah menjadi tatapan mata yang seolah tak percaya dengan seseorang yang hadir tersebut…

Lelaki itu tersenyum dan berkata “apa kabar ibu Zahra aldina kinan ??

Baru kali ini senyuman zak tersendat, ia masih belum percaya “Alhamdulillah baik,, silahkan duduk…

Lelaki bermata sipit itu pun tersenyum kembali “maaf,, mengganggu waktunya… ada hal yang ingin saya bicarakan lebih lanjut dengan ibu Zahra aldina kinan…

Zak yang masih canggung itu pun menjawab “tidak apa-apa pak,, itu sudah menjadi bagian dari tugas saya… silahkan bapak membicarakan hal yang ingin bapak ketahui lebih lanjut,, sekiranya hal tersebut bisa saya jelaskan…

Lelaki itu tertawa kecil “zak,, zak,, kamu kok jadi begini sama aku,, atau kamu sudah lupa sama aku yaa ?? kamu tidak usah panggil aku bapak aku belum bapak-bapak lho,, masih muda dan ganteng gini…”

Zak tak dapat menutupi wajahnya yang semakin terlihat canggung itu “maaf,, tapi ini bukan urusan pribadi,, ini urusan kantor,, jadi saya harus bersikap selayaknya,, setidaknya itu adalah suatu penghargaan dan penghormatan kepada…

Lelaki itu memotong pembicaraan zak lalu berkata “yaa sudah,, kalau begitu bisa meluangkan waktunya di luar,, sekitar 15 menit ibu Zahra aldina kinan… tapi kalau ibu sibuk, ga apa-apa lain kali aja,, mungkin memang aku yang datang diwaktu yang tidak tepat…

Zak hanya tersenyum tipis… wajahnya kali ini benar-benar tak seperti biasa “iya bisa… silahkan bapak menunggu di…

Lelaki itu kembali memotong kata-kata zak “aku tunggu kamu di resto yang di seberang ya… aku tau kamu pasti tidak mau terlihat jalan berduaan… iya kan??”

Zak hanya mengangguk pelan…

Setibanya di sana,, zak masih terlihat sangat canggung,, fikiran dan benaknya yang kini dipenuhi beribu rasa campur aduk itupun semakin tampak jelas diwajahnya…

Lelaki itupun bertanya kembali “zak… kamu masih ingat sama aku kan??

Zak mencoba menghilangkan rasa canggungnya dengan memasang senyuman yang manis namun tetap saja terlihat seperti terpaksa “iya,, masih,,, tapi kan…

Lelaki itu lagi-lagi memotong kata-kata zak “zak… yang aku ingin bicarakan ini bukan urusan kantor,,, hanya saja aku ga tau mesti menghubungi kamu dimana kalau tidak lewat kantor… owya… bisa aku meminta sesuatu ?? aku ingin melihat kamu yang dulu lagi zak… kamu yang selalu antusias bercerita melebihi host ataupun penyiar kalau bertemu dengan aku… aku ingin kamu yang itu… bukan kamu yang dingin dan seperti tak mengenal aku sama sekali…

Zak tunduk dan terdiam dalam hatinya terasa sangat perih,, luka yang telah dia kubur dalam-dalam pun kini muncul kembali permukaan “maaf,, keadaan sekarang dan dulu telah berbeda… jadi tidak ada hal yang perlu disamakan lagi dengan keadaan yang dulu… aku cukup tau apa yang kk maksudkan,, tapi maaf,,, saya tidak bisa seperti itu lagi karena status kk sekarang sudah bukan sekedar saudara jauh tapi…

Lelaki itu kembali lagi memotong “tapi apa zak ?? aku kan sudah bilang,, yang ingin aku bicarakan bukan masalah kantor…

Zak menggelengkan kepalanya dan menjawab “bukan itu,, bukan itu yang zak maksudkan… aku hanya tidak enak saja sekarang berduaan dengannn… kk pasti tau maksud zak…

Lelaki itu juga menggelengkan kepalanya “astagfirullah zak,, zak,, kamu ini kenapa… apa yang terjadi sama kamu,,, aku seperti tidak mengenalmu lagi sekarang… kamu berubah zak… sangat berubah…

Zak hanya terdiam…

Lelaki tersebut melanjutkan perkataannya “zak… aku belum menikah… tiga hari sebelum akad nikah 3tahun yang lalu itu aku dapat telon dari temanku, dia bilang ada hal yang harus segera diselesaikan dan tidak bisa ditunda-tunda lagi,, akhirnya hari dimana aku seharusnya ijab qabul itupun menjadi hari aku mondar-mandir di Istanbul… pernikahan ditunda 2 bulan kemudian namun Allah berkehendak lain… calon istriku tewas di tabrak truk ketika dia menemani umminya berbelanja keperluan pernikahan… aku pulang ke pontianak hanya menghadiri pemakamannya lalu sehari kemudian kembali lagi ke Istanbul… selebihnya aku tidak pernah pulang lagi dan sejak saat itu abi dan ummi menyerahkan semua hal kepadaku mereka tidak mengatur lagi pernikahan dengan siapapun,, sepertinya mereka sangat terpukul dengan kejadian itu… mungkin karena waktu itu aku sempat meminta waktu beberapa bulan untuk menjawab keinginan abi dan ummi tersebut… dan sepertinya mereka tau kalau rencana pernikahan yang mereka susun itu menyisakan rongga luka dalam hatiku…

Zak terbelalak dan kaget mendengar rentetan penjelasan akram yang begitu gamblang dan kalimat yang keluar dari bibirnya hanyalah “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… zak turut berduka…

Akram pun kembalimenjawab “makasih zak… saat itu kk ingin cerita semuanya ke kamu tapi ternyata nomer hpmu tidak pernah lagi aktif… dan sejak saat itu kk memutuskan untuk tetap di Istanbul, kk menjadi dosen di salah satu universitas disana… namun beberapa bulan yang lalu ada teman kk yang bercerita tentang pengalamannya dalam dunia pasar modal, kemudian pada saat itu entah kenapa kk menanyakan lebih jauh tentang salah satu perusahaan yang dia bilang prospeknya sangat bagus kedepannya… karena kk tidak tau menahu dalam dunia saham,,, maka kk pun meminta teman kk itu untuk mendampingi dan menemani kk… satu-satunya data yang kk mengerti hanyalah melihat nama-nama para manajer dan direksinya… dan ternyata di salah satu daftar itu aku melihat nama yang sudah lama sekali aku kenal namun tak pernah lagi kutemui… zak… sejak melihat nama kamu didaftar itu, kado yang telah lama tersimpan dalam laci lemari itu kembali ku genggam dan aku berharap kali ini bisa sampai ke pemilik yang sesungguhnya…” sembari mengeluarkan kado kecil dari saku jasnya…

Zak terlihat kaget dan bertanya “kk masih mengingat semua itu??

Akram hanya mengangguk namun dalam hatinya lirih berkata “zak… mana mungkin aku bisa melupakanmu… namamu itu memiliki tempat yang spesial dihatiku… dan salah satu impian terindahku adalah menjadi pasanganmu di dunia juga akhirat…

Namun belum sempat zak berbicara hpnya berdering… nada sms… “maaf ibu Zahra… bapak direksi ingin bertemu ibu…

Zak segera bangkit dari tempat duduknya dan pamit ke akram “maaf ka’ zak pamit dulu… Assalaamu’alaikum…

Akram menjawab “Wa’alaikumussalam…”

Belum habis jawaban akram zak segera berlalu… 

Namun akram tiba-tiba berlari kecil menyusul zak “zak… zak… tunggu sebentar… kk bisa minta nomer hpmu yang sekarang… siapa tau aja ada komentar tentang kado itu atau ada hal yang penting atau apa gitu…” akram terlihat salah tingkah kali ini

Zak dengan cepat menyebutkan angka-angka nomer hpnya dan setelah akram missed call, zak pun segera berlalu… namun dalam perjalanannya menuju kantor zak terus berfikir apakah hanya karena janji memberikan kado itu saja ka’akram menemuinya?? belum sempat memikirkan lebih lanjut suara hatinya telah berdebat sendiri dan berkata “sudahlah zak,, jangan berharap terlalu banyak, cukup sudah luka itu… harapan yang kau tumbuhkan lagi hanya akan menyakitimu nanti… lihat saja nanti…

Namun Akram yang kini melihat zak pergi benar-benar tersenyum sumringah sembari lirih berucap “zak… andai saja kamu tau…


***        
Kini malam telah tiba… gurat-gurat kelelahan menempel lekat-lekat di wajah zak… yaa… zak belum sempat membuka kado itu… ia hanya menyimpannya di atas meja… zak yang terlihat bergegas tidur itupun dikagetkan kembali dengan suara dering telponnya

Assalaamu’alaikum… ummi sayang ada apa?? tumben-tumbennya ummi menelpon selarut ini…

Wa’alaikumussalam… ada yang ummi mau bicarakan sayang…

suaranya ummi kok kayak sungkan gitu,, sama zak ga usah seperti itu ummi… jadi takut zaknya…hehe…

Iya sayang… gini tadi siang ada temannya abi berkunjung ke rumah, dan dia menanyakan tentang kamu nak… abi menyuruh ummi untuk bertanya dulu ke kamu sebelum abi menjawab pertanyaan-pertanyaan temannya lebih lanjut…

Memangnya apa yang ditanyakan ummi, sampai-sampai zak harus ditanya dulu…

Ini mengenai masa depan kamu sayang…

Zak terdiam sejenak

Sayang,, abi kamu itu sangat akrab lho sama temannya itu… lagian anak temannya abi itu sholeh,, baik,, dan gantenglah dibandingkan abinya… kalau ummi sih,, sangat senang dengan anak itu… dan kalau dilihat-lihat wajah kalian mirip-mirip lho seperti muka jodoh kata orang… gimana menurut kamu sayang??

Ummi apa-apaan sih,, godain zak seperti itu… zak belum bisa jawab sekarang ummi… zak mau istikharah dulu… InsyaAllah, mungkin besok atau lusa baru zak menjawabnya… ga pa-pa kan ummi??

Ya sudah,, ga pa-pa sayang,, yang jelasnya ummi benar-benar bahagia sekarang… anak gadis ummi ini sebentar lagi menyusul zatir… sudah dulu yah sayang… assalaamu’alaikum…

InsyaAllah ummi… Wa’alaikumussalam…

Zak menahan nafas sejenak… ketika mendengar umminya berbicara tadi, zak tiba-tiba teringat kado dari akram… ia pun bergegas mengambil kado tersebut… dan setelah pita yang melingkar di kado itu terlepas zak membuka perlahan kotaknya… didalamnya terdapat sepucuk surat dan kotak kecil satu lagi… zak melihat tanggal di sudut kertas itu tanggalnya beberapa bulan sebelum ia ujian proposal KKN di beberapa tahun yang lalu, zak pun lalu segera membaca surat tersebut “Assalaamu’alaikum, nona kinan zurys Cb… maaf kalau kadonya tidak seberapa namun sebenarnya kado ini bukanlah sebuah kado yang hanya butuh penerimaan namun kado ini butuh jawaban lebih lanjut… silahkan di buka kotak kecil yang satu lagi dan berikan tanggapan… owya,, sms saja itu sudah cukup :D …

Zak pun menyisihkan surat itu lalu membuka kotak kecil yang satu lagi dan zak terkejut melihat isi dari kotak itu… sebuah cincin emas putih yang didalam lingkarannya terdapat kertas kecil lagi… zak melepas kertas kecil itu lalu kembali membaca “Bismilahirrahmanirrahim,, Zahra Aldina Kinan… yang selama ini kunobatkan menjadi tangan kananku bisakah kali ini aku meminta untuk menobatkanmu menjadi tulang rusukku???”

Zak tiba-tiba berurai air mata dan lirih berucap “ka’akram,, jadi selama ini… astagfirullah… apa yang zak lakukan kemarin…” zak segera mencari hpnya yang ia lupa tadi meletakkannya dimana…

Sementara di tempat lain tepatnya di hotel akram menginap… ia tidak bisa tidur sama sekali dia terus melihat detik-detik jam berlalu sambil menantikan zak menghubunginya… dalam hatinya begitu gelisah kenapa sudah jam segini zak belum juga menghubunginya… mungkinkah zak menolaknya ataukah tulisan di kertas-kertas itu telah pudar karena telah beberapa tahun menghuni kotak itu… “argghh… harusnya aku memeriksanya dulu sebelum memberikannya…” lirih akram dengan gelisah… namun semua kegelisahan itu berubah menjadi sebuah senyuman saat mendengar dering hpnya berbunyi… dering sms… “Assalaamu’alaikum ka…

Melihat sms dari zak itu akram semakin penasaran… ia pun segera menelfon zak

Assalaamu’alaikum… zak belum tidur…

Wa’alaikumussalam… belum ka’… baru saja zak membuka kado dari kk…

Alhamdulillah… kamu bisa baca suratnya… atau jangan-jangan tulisannya pudar atau apa…

Bisa kak… zak bisa membaca dengan jelas… zak mau minta maaf sama kk sebelum dan sesudahnya…”

Mendengar jawaban zak seperti itu jantung akram seperti berhenti berdegup…

Zak selama ini sudah salah sangka sama kk… zak mengira kalau kk sama sekali tidak pernah memikirkan zak… zak minta maaf kak…”

“Zak… bukan kamu yang salah kok… dan ga ada yang perlu disalahkan dengan kejadian ini… yang penting sekarang semuanya sudah jelas… dan kk tinggal butuh jawaban dari kamu…”

“Zak… mau bicara dengan ummi dulu kak… InsyaAllah besok atau lusa zak beri jawaban ke kk…”

“Ya sudah… ga pa-pa kok… kamu istirahat aja kalau gitu… Assalaamu’alaikum…”

“Wa’alaikumussalam…”

***
Keesokan harinya…

Karena hari sabtu jadi zak bekerja setengah hari saja… sepulang dari kantor zak pun menghubungi umminya dan menceritakan semua kejadian tersebut… umminya yang mendengar anaknya begitu antusias itupun memberikan keputusan bahwa semuanya terserah zak saja, apapun pilihannya maka abi dan ummi juga turut bahagia… yaa… dan zak memutuskan untuk menerima lamaran akram hari itu juga… zak segera mengabari akram seketika… dan akram yang mendengar jawaban yang membahagiakan dari zak itu pun segera memberitahukan  kepada umminya bila wanita yang selama ini dia cintai telah menerima pinangannya… ummi akram (ummi amirah) begitu kaget saat mengetahui ternyata wanita itu adalah zak… Acara lamaran resmi pun diadakan seminggu kemudian dan akad nikah serta resepsi diadakan 2 minggu kemudian…


***
Hari ini tepatnya 2 februari… 

Pada pukul 10:00 pagi tadi akad nikah dilangsungkan… dan sekarang waktu telah menunjukkan pukul 20:00… zak dan akram yang bersanding benar-benar terlihat begitu bahagia… dan diantara tamu-tamu yang datang tiba-tiba sosok yang telah lama tidak bertemu dengan zak pun akhirnya muncul dan dia digandeng oleh seorang pria yang sama sekali tidak asing lagi bagi zak… yaa… Malena Puspita datang bersama dengan Randy Saputra… yang ternyata mereka telah bertunangan sebulan yang lalu… Lena dan randy dijodohkan oleh orang tua mereka… gelak tawa pun akhirnya memecah suasana keharuan antara zak dan lena… lena yang mengingat jelas bahwa februari adalah bulan kelahiran zak maka ia pun membisikkan selirih kalimat “inilah kado ulang tahunku yang takkan pernah terlupakan…hiks…” bisik lena menirukan gaya zak sewaktu zak menceritakan kesedihannya… dan zak pun hanya mampu membalas dengan sebuah cubitan kecil untuk sahabatnya itu…



**...Gugur tak ingin hadir di februari...**



The end
Read More..

From VLP To Friends

Blog Indonesia

blog-indonesia.com

VLP Chats

Hitstats

Indonesia Blogger

Blogger Indo