Definisi
dan Jenis Kendala
Setiap perusahaan memiliki kontsrain (kendala)
yang bisa membuat pencapaian, kinerja atau performa perusahaan menjadi berkurang.
Dan dalam Teori
Kendala mengakui bahwa
kinerja setiap perusahaan dibatasi oleh kendala-kendalanya. Jika
hendak memperbaiki kinerja,
suatu perusahaan harus mengidentifikasi kendala-kendalanya, mengeksploitasi
kendalanya dalam jangka pendek dan jangka panjang, kemudian menemukan cara
untuk mengatasinya.
Menurut Hansen dan Mowen, jenis
kendala dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Berdasarkan asalnya
- Kendala
internal (internal constraint) adalah
faktor-faktor yang membatasi perusahaan yang berasal dari dalam perusahaan,
misalnya keterbatasan jam mesin. Kendala internal harus dimanfaatkan secara
optimal untuk meningkatkan throughput
semaksimal mungkin tanpa meningkatkan persediaan dan biaya operasional.
- Kendala
eksternal (external constraint)
adalah faktor-faktor yang membatasi perusahaan yang berasal dari luar
perusahaan, misalnya permintaan pasar atau kuantitas bahan baku yang tersedia
dari pemasok. Kendala eksternal berupa volume produk yang dapat dijual, dapat
diatasi dengan menemukan pasar, meningkatkan permintaan pasar ataupun dengan
mengembangkan produk baru.
2. Berdasar
sifatnya
- Kendala
mengikat (binding constraint) adalah
kendala yang terdapat pada sumber daya yang telah dimanfaatkan sepenuhnya.
- Kendala
tidak mengikat (loose constraint)
adalah kendala yang terdapat pada sumber daya yang terbatas yang tidak
dimanfaatkan sepenuhnya.
Tujuan, Ukuran Performansi dan Prinsip dasar dalam TOC
Tujuan, yang disebutkan oleh Goldratt, adalah untuk
memperoleh keuntungan. Dan Kriteria performansi dari ukuran
finansial adalah net profit, return on investment (ROI), dan cash flow. Serta Ukuran operasional
adalah throughput (T), inventory (I), dan operating expense (OE).
Adapun prinsip dasar TOC adalah:
- Seimbangkan aliran produksi,
bukan kapasitas produksi,
- Tingkat utilitas non
bottleneck tidak ditentukan oleh potensi stasiun kerja tersebut tetapi
oleh stasiun kerja bottleneck atau sumber kritis lainnya,
- Aktivitas tidak selalu sama
dengan utilitas,
- Satu jam kehilangan pada bottleneck
merupakan satu jam kehilangan sistem keseluruhan,
- Satu jam penghematan pada non
bottleneck merupakan suatu fatamorgana,
- Bottleneck
mempengaruhi throughput dan inventory,
- Batch
transfer tidak selalu sama jumlahnya dengan batch proses,
- Batch
proses sebaiknya tidak tetap (variabel),
- Penjadwalan (kapasitas &
prioritas) dilakukan dengan memperhatikan semua kendala (constraint)
yang ada secara simultan,
- Jumlah optimum lokal tidak
sama dengan optimum keseluruhan (total).
Tahap
Penting dalam Teory Of Contraint (TOC)
Dalam menghadapi konstrain atau kendala,
perusahaan dapat mengikuti atau memodifikasi langkah-langkah yang terdapat di TOC.
Adapun tahapan langkah-langkah dalam TOC mencakup :
1. Mengidentifikasikan
kendala yang mengikat
Untuk
mengidentifikasikan kendala yang mengikat, digunakan network diagram, yaitu
suatu flowchart dari pekerjaan yang diselesaikan, yang menunjukkan urutan proses
dan jumlah waktu yang diperlukan untuk masingmasing proses. Tujuan digunakannya
suatu network diagram adalah untuk menolong akuntan manajemen untuk melihat
adanya tanda-tanda hambatan. Suatu kendala sering kali diindikasikan oleh
proses yang menggunakan persediaan dalam jumlah yang relatif besar atau
terdapat waktu tenggang (lead time)
yang lama. Task analysis, yang menggambarkan
aktivitas dari setiap proses secara rinci, juga dapat digunakan dalam
mengidentifikasikan kendala yang mengikat.
2. Menentukan
penggunaan yang paling efisien bagi tiap kendala yang mengikat
Setelah kendala yang mengikat pada
operasi diidentifikasikan, manajemen harus melakukan apapun yang diperlukan
untuk memaksimalisasikan arus produksi yang melalui kendala tersebut. Pada
langkah ini, akuntan manajemen menentukan bagaimana cara yang paling efisien menggunakan
sumber daya perusahaan. Pendekatan yang dilakukan berbeda-beda, tergantung
apakah hanya ada satu produk atau lebih dari satu produk. Jika hanya ada satu produk,
akuntan manajemen harus mencari cara untuk memaksimalkan arus produksi yang
melalui kendala. Jika ada dua atau lebih produk, maka manajer harus menentukan bauran
produk yang paling menguntungkan.
3. Mengelola
arus produksi melalui kendala yang mengikat
Tujuan
mengelola arus produksi di dalam dan di luar kendala yang mengikat adalah untuk
melancarkan arus produksi. Suatu alat penting untuk mengelola arus produksi dalam
konteks ini adalah sistem DBR (Drum-Buffer-Rope),
yaitu sistem yang menyeimbangkan arus produksi yang melalui suatu kendala
mengikat. Drum adalah kendala sumber
daya yang mengikat utama. Buffer
adalah jumlah minimum persediaan yang dibutuhkan untuk menjaga agar sumber daya
yang mempunyai kendala tetap sibuk dalam interval waktu tertentu. Rope adalah tindakan yang diambil dari
awal operasi sampai pada tingkat produksi sumber daya yang memiliki kendala dengan
tujuan menyeimbangkan arus produksi.
4. Menambah
kapasitas bagi kendala yang mengikat
Untuk
menghilangkan kendala-kendala dan meningkatkan throughput, manajemen harus
memikirkan mengenai penambahan kapasitas bagi kendala-kendala yang mengikat. Berikut
ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan manajemen untuk mengangkut suatu
kendala dengan menambah kapasitas pada operasi yang menghadapi kendala:
- Berinvestasi untuk menambah peralatan
produksi jika hal tersebut akan meningkatkan throughput dalam tingkat yang
lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk investasi.
- Melaksanakan proses produksi secara
pararel, di mana unit produk yang beragam berjalan di bawah operasi produksi
yang sama secara bersamaan sehingga tidak ada waktu menganggur (idle time).
- Menambah jam kerja pada operasi yang
berkendala
- Melatih ulang para pekerja dan
memindahkan mereka pada bagian operasi yang berkendala.
- Menghilangkan semua aktivitas yang tidak
bernilai tambah pada operasi yang berkendala.
- Meningkatkan kualitas produk yang
dihasilkan pada operasi yang berkendala.
5. Mendesain
ulang proses produksi untuk mendapatkan throughput yang lebih fleksibel dan
cepat
Strategi
yang paling baik untuk merespon kendala-kendala yang terjadi adalah mendesain
kembali proses produksi, yang meliputi penggunaan teknologi produksi yang baru,
mengeliminasi produk-produk yang sulit untuk diproduksi, dan mendesain ulang
beberapa produk agar lebih mudah untuk diproduksi. Setelah selesai melaksanakan
kelima langkah tersebut, maka langkah-langkah itu diulangi lagi dari awal
sampai akhir. Tujuannya adalah untuk memperbaiki kinerja secara berkelanjutan
dengan mengelola kendala-kendala yang ada.