Wednesday, November 16, 2011

Pendekatan dalam Pengambilan Keputusan Etis


A.    Pendahuluan
Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Etis (EDM)
Suatu kerangka multifaset komprehensif untuk pengambilan keputusan etis, itu dirancang untuk meningkatkan penalaran etis dengan menyediakan :
a.       Wawasan ke dalam identifikasi dan analisis isu-isu utama yang perlu dipertimbangkan dan pertanyaan-pertanyaan atau tantangan untuk dibesarkan;
b.      Pendekatan untuk menggabungkan dan menerapkan keputusan-faktor yang relevan ke dalam tindakan praktis.

Kerangka kerja yang EDM menilai etiskalitas dari suatu keputusan atau tindakan dengan memeriksa:
a.       konsekuensi atau diciptakan offness baik dalam hal manfaat atau biaya;
b.      hak dan kewajiban yang terkena dampak;
c.       keadilan yang terlibat;
d.      motivasi atau kebajikan yang diharapkan.

B.   Analisis Biaya Manfaat
Analisis efektivitas biaya membandingkan cara-cara yang berbeda untuk mencapai  tujuan yang sama guna mendapatkan cara yang paling murah untuk mencapainya. Analisis  biaya manfaat mencari nilai dan membandingkan semua biaya dan manfaat, baik pada  kelompok perorangan dan sosial, sebagai akibat intervensi alternatif dan mengkonversikannya ke jumlah uang. Misalnya, dengan analisis biaya manfaat, anda dapat menghitung manfaat yang diterima program anda untuk tiap rupiah yang dikeluarkan.

Analisis biaya manfaat merupakan metodologi yang banyak digunakan dalam  melakukan analisis investasi. Metode ini dapat membantu para pengambil keputusan dalam  menentukan pilihan diantara alternatif alokasi sumber-sumber daya yang terbatas tetapi  memberikan keuntungan yang tinggi.
Sementara analisis penetapan biaya berguna bagi manajemen dan perencanaan, tetapi terdapat juga batasan-batasan:
a.    Keputusan tidak sepenuhnya didasari oleh pertimbangan ekonomi. Pertimbangan-pertimbangan politis, teknis, administratif dan logistik seringkali lebih berpengaruh pada  pilihan akhir sebuah strategi;
b.    Analisis efektivitas biaya;
c.    Intervensi seringkali berakibat pada hasil kesehatan positif lainnya;
d.   Tidak mungkin mengkuantifikasi manfaat yang tak nyata.

C.  Analisis Etis Untuk Pemecahan Masalah
Kebanyakan para pelaku bisnis mengambil keputusan berdasarkan kepentingan para pemilik atau para pemegang saham,pandangan ini merupakan pendekatan secara tradisional.Pendekatan secara tradisional ini dimodifikasi menjadi dua cara, pertama asumsi bahwa seluruh shareholder hanya ingin memaksimalkan keuntungan jangka pendek, kedua:hak dan kewajiban dari beberapa kelompok non shareholder seperti karyawan, konsumen atau klien, supplier, kreditor, tokoh masyarakat dan pemerintah memiliki kepentingan dari hasil keputusan yang dibuat dan juga tujuan dari perusahaan itu ikut dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Perusahaan yang modern saat ini sangat memperhitungkan kelompok Shareholder dan kelompok diluar Shareholder, kedua kelompok tersebut menjadi pembentuk dari sebuah stakeholder yang menjadi Company Respond. Jika kehilangan salah satu unsur stakeholder atau biasa disebut primary stakeholder. Hal tersebut dapat menyebabkan perusahaan tidak dapat berpotensi secara penuh. dan mungkin dapat menimbulkan kerugian pada perusahaan.
Asumsi bahwa kelompok shareholder monolitik hanya tertarik pada keuntungan jangka panjang yang sedang mengalami modifikasi, disebabkan karena perusahaan yang modern mencari shareholders yang terdiri dari perorangan maupun institusi yang tertarik pada keuntungan jangka panjang dan bagaimana etika bisnis diterapkan.
Investor yang etis mengembangkan jaringan formal dan informal melalui kegiatan perusahaan mereka, mereka juga memutuskan bagaimana untuk memilih wakil-wakil mereka, serta bagaimana pendekatan ke direktur agar mereka memperhatikan dan tetap pada ruang lingkup atas perlindungan terhadap lingkungan. Mereka juga memberikan kompensasi dan nilai lebih terhadap kegiatan HAM pada suatu negara tertentu seperti Afrika Selatan.

Kepentingan yang fundamental dari stakeholder
Para decision maker menggabungkan kepentingan kelompok stakeholder dan menciptakaan tiga kepentingan yang mendasar, yaitu:
a.       Dapat menghasilkan keputusan yang dapat mengakomodir kepentingan mereka
b.      Suatu keputusan sebaiknya mempertimbangkan pendistribusian yang adil antara keuntungan dan beban.

Suatu keputusan hendaknya tidak bertentangan dengan hak-hak Stakeholder, termasuk hak dalam membuat keputusan
a.       Well-offnes            : Keputusan sebaiknya menghasilkan lebih banyak keuntungan
daripada Biaya;
b.      Fairness                : Pendistribusian hendaknya mempertimbangkan keseimbangan
antara keuntungan dan biaya;
c.       Right                     : Hasil keputusan hendaknya tidak bertentangan dengan hak
Stakeholder.

Pengukuran pengaruh yang dapat dikuantifisir
Keuntungan adalah kepentingan utama yang ingin didapat oleh para pemegang saham dan merupakan hal yang penting untuk mencerminkan ketahanan dan kesehatan suatu perusahaan. Pada waktu inflasi, keuntungan dapat merubah inventory di harga yang lebih tinggi.

Pengkajian terhadap pengaruh yang tidak dapat dikuantifisir
Keadilan bukan merupakan konsep yang absolut. hal ini merupakan petunjuk yang berasal dari suatu kejadian ekonomi yang berorientasi dalam mencari keuntungan dan biaya yang menjadi dasar dari keputusan tersebut. contohnya adalah keputusan untuk menaikan pajak lebih tinggi pada pendapatan tinggi, tetapi melihat secara adil sesuai dengan kapasitas mereka untuk membayar pajak. alasan dan perspektif diperlukan untuk menilai kewajaran dengan teliti.
Kebanyakan para pelaku bisnis mengambil keputusan berdasarkan kepentingan para pemilik atau para pemegang saham, pandangan ini merupakan pendekatan secara tradisional. Pendekatan secara tradisional ini dimodifikasi menjadi dua cara, pertama asumsi bahwa  seluruh shareholder hanya ingin memaksimalkan keuntungan jangka pendek. Kedua, hak dan kewajiban dari beberapa kelompok non shareholder seperti karyawan, konsumen atau klien,  supplier, kreditor, tokoh masyarakat dan pemerintah memiliki kepentingan dari hasil keputusan yang dibuat dan juga tujuan dari perusahaan itu ikut dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan perusahaan.
Perusahaan yang modern saat ini sangat memperhitungkan kelompok Shareholder dan kelompok diluar Shareholder, kedua kelompok tersebut menjadi pembentuk dari sebuah stakeholder yang menjadi Company Respond. Jika kehilangan salah satu unsur stakeholder atau biasa disebut primary stakeholder. Hal tersebut dapat menyebabkan perusahaan tidak dapat berpotensi secara penuh. dan mungkin dapat menimbulkan kerugian pada perusahaan.



DAFTAR PUSTAKA


Sumber gambar : google pict


0 VLP'ers comment:

Post a Comment

Kesopanan berkomentar cerminan dari kepribadian kita ! Silakan berkomentar sobat ^_*05

From VLP To Friends

Blog Indonesia

blog-indonesia.com

VLP Chats

Hitstats

Indonesia Blogger

Blogger Indo