Wednesday, April 25, 2012

Kisah Tukang Bakso

Bismillaahirrahmaanirrahiim...

Sobat maya... alhamdulillaah, Allaah masih memberikan kita kesempatan untuk bertemu kembali... nahh coretan yang ini merupakan salah kisah inspiratif yang di ambil dari kisah hidup salah satu saudara seiman kita,, berikut ceritanya sob,, semoga bermanfaat >>>

Di suatu senja sepulang kantor,  pak noval mengurus tanaman di depan rumahnya, sambil memperhatikan beberapa anak asuhnya yang sedang belajar menggambar peta, mewarnai..  Dan pada sore itu, hujan rintik-rintik juga turut menyertai, hujan yang memang selalu hadir di karenakan memang tengah musim penghujan.

Dan sementara asyiknya mengurus tanaman tiba-tiba terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat… pak Noval hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso.

Selesai makan bakso, pak noval  langsung membayarnya.

Dan, ada satu hal yang menggelitik fikirannya selama ini, karena setiap kali membayar ke abang bakso tersebut , si abang tukang bakso selalu memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Pak Noval ini pun bertanya untuk memecahkan rasa penasarannya selama ini.

Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu pisahkan? Barangkali ada tujuan?

Iya pak, memang sengaja saya memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman seorang muslim”.

Maksudnya…?” pak noval bertanya lagi.

“Iya Pak, kan dalam agama islam menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Sengaja saya membagi 3 tempat, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari untuk keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq /sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, artinya tabungan untuk menyempurnakan rukun islam yang ke 5 yakni melaksanakan ibadah haji. Nah, Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar, Maka saya dengan istri sepakat bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, kami harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji.. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Seketika pak noval merasa sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Lalu pal noval pun mengajukan beberapa pertanyaan lagi “Iya mang, tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…? termasuk memiliki kemampuan dalam biaya…?"

Abang Tukang bakso menjawab, “Itulah sebabnya Pak, justru kami malu kepada Tuhan kalau bicara soal Rezeki karena kami sudah diberi Rezeki. Semua orang pasti mampu kok kalau memang niat." menurut saya definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri kita sebagai orang yang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri kita “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangan-Nya Allah akan memberi kemampuan pada kita."

Masya Allah…" hanya kata itulah yang keluar dari bibir pak noval setelah mendengar penuturan abang tukang bakso tersebut


Semoga kita semua dapat memetik manfaatnyaa,,, aamiin...



Sumber ::
Story :: http://buyanur.com/2010/05/21/pencerahan-hati-kisah-tukang-bakso/
Pict :: Google pict  


Salam santun ukhuwah fillah & mari berbagi sobat... ^_*05
 


0 VLP'ers comment:

Post a Comment

Kesopanan berkomentar cerminan dari kepribadian kita ! Silakan berkomentar sobat ^_*05

From VLP To Friends

Blog Indonesia

blog-indonesia.com

VLP Chats

Hitstats

Indonesia Blogger

Blogger Indo