Wednesday, April 3, 2013

Sesal Laras








 

 
Ilustrasi (Sumber gambar : google)


Laras duduk di tepian bangku tua, taman belakang rumahnya. Terdiam. Ketika kuhampiri, ia malah berlalu secepatnya. Aku khawatir, ia tak seperti biasa. Tak henti kutatap langkah sahabatku itu hingga membelok.

Jam yang melingkar di pergelangan tanganku telah menunjukkan pukul 16:45.

***
Aku kesepian. Aku mengakuinya dengan sempurna. Sangat. Tapi bukan berarti aku harus membalikkan kaki ke atas langit lalu berteriak lantang menentang Tuhan. Aku belum separah itu. Ralat, segila itu.

Apa ada yang tahu aku menghabiskan hari ini dimana ? Rasanya tak penting menjelaskan sedetilnya. Aku hanya ingin bercerita tentang lausan-lausan wajah yang kulihat hari ini.

Ada yang tengah berdua dengan kekasihnya atau suaminya, aku tak tahu jelas, jelasnya mereka jalan berdua.  Ada pula yang beriring jalan dengan mamanya, adiknya, jelasnya keluarga itu keluarga harmonis. Ada juga yang menikmati waktu sendirinya dengan menyertakan binatang kesayangannya, jelasnya dia masih ada yang menyayangi.

 Lantas aku ? Aku rasa siapapun telah tahu jawabnya.

Hahaha. Lucu. Begitu lucu hidup ini. Dulu, aku begitu terobsesi dengan materi, karir, dan segala yang berbau kesuksesan finansial. Tapi sayangnya aku lupa memperkaya diriku di sisi yang lain. Sisi yang tak akan pernah bisa dinilai dan dibeli dengan materi. Ya, berapapun itu.

Allah. Masihkah ada kesempatan untukku bercerita bersama Sanur, tentang hubungan kami, tentang impian memiliki laila sang permata hati, tentang kebahagiaan hidup yang tak hanya di dunia tapi juga di alam abadi, akhirat. Allah, ingin sekali aku kembali memperbaiki segalanya.

Allah. Masihkah ada kesempatanku membahagiakan mereka yang waktu kecil selalu kurengeki membeli mainan dan makanan yang kuinginkan. Masihkah ada maaf untuk semua kelakuanku yang telah membawa mereka ke rumah orang-orang tua yang putra-putrinya mengaku sibuk dengan kerja. Allah, ingin sekali aku kembali memperbaiki segalanya.

Bukankah penyesalan memang datang belakangan ? Dan penyesalan itu telah menghampiriku sekarang. Masihkah ada kesempatan kedua untukku dari kalian yang selama ini mencintaiku ?

Sekali lagi, aku memiliki banyak ruang hampa dihatiku, dan orang-orang menyebutnya kesepian.

Aku ingin kalian tetap mencintaiku. Semoga saja hari ini belum terlambat. Semoga !

***
Kugenggam erat carik kertas milik laras yang tak sengaja ia tinggal di bangku tua ini. Aku mengerti bagaimana perasaannya. Sangat. Dan aku tak pernah membayangkan apalagi menginginkan sifat dan tingkah yang ia lakukan kemarin.

Tapi, entah ! Tiba-tiba wajah aina yang merengek minta ditemani mengambil rapor kemarin terlintas. Dan aku yang tengah tergesa-gesa saat itu, hanya meminta bibi menemaninya.

Aina, bunda janji tak akan abai lagi. Semoga bunda tak terlambat. Semoga !

0 VLP'ers comment:

Post a Comment

Kesopanan berkomentar cerminan dari kepribadian kita ! Silakan berkomentar sobat ^_*05

From VLP To Friends

Blog Indonesia

blog-indonesia.com

VLP Chats

Hitstats

Indonesia Blogger

Blogger Indo