Tuesday, January 15, 2013

Prospek Industri Gula Nasional : Peluang, Tantangan, dan Peran PTPN X (Persero)





LATAR BELAKANG






Gula merupakan salah satu kebutuhan pangan pokok yang dikonsumsi oleh masyarakat secara sehari-hari.Baik itu masyarakat dalam lingkup keluarga atau individu maupun dalam lingkup industri. Dengan kata lain, gula memiliki tempat tersendiri di masyarakat sehingga keberadaannya senantiasa dibutuhkan.

Berkaitan dengan pangan tersebut, Indonesia sebagai Negara yang terletak di kawasan tropis memiliki keunggulan sebagai penghasil gula tebu, sehingga memberikan peluang besar untuk menjadi Negara pengekspor gula.Apalagi bila melihat sejarah saat zaman penjajahan yang telah mencatat Indonesia sebagai Negara pengekspor terbesar kedua.

Tahun 1930 industri gula mencapai masa kejayaan.Seperti yang diungkapkan oleh ITS Undergraduate 10668 yang dikutip pada PSE, 2005,bahwa saat itu Belanda telah membangun industri gula di Indonesia yang produksi tebu-nya hampir mencapai 26 juta ton dengan luas tanam hampir 200 ribu hektar atau kira-kira 130,63 ton per hektar pertahun.Namun seiring berjalannya waktu,produksi gula mengalami penurunan, dan hal ini terlihat sangat signifikan sejak pemerintah Indonesia menasionalisasi perusahaan-perusahaan gula milik Belanda.

Pemerintah tak tinggal diam saat itu, kebijakan-kebijakan terkait pun dikeluarkan pemerintah untuk meningkatkan kembali produktivitas industri gula.Namun sayangnya hal ini tak banyak membantu.Ini dikarenakan kebijakan-kebijakan tersebut tidak terkoordinasi dengan baik,sehingga pelaku-pelaku industri pergulaan, baik petani tebu, pabrik gula, distribusi, dan perdagangan gula malah merasakan hal yang sebaliknya.Sehingga keberadaan kebijakan-kebijakan tersebut menjadi kontra produktif dengan pengembangan industri gula nasional.

PROSPEK INDUSTRI GULA NASIONAL (PELUANG, TANTANGAN, DAN PERAN PTPN X (PERSERO) (PERSERO) )

Meski beberapa dekade terakhir serasa mati suri, angin segar kembali menerpa industri pergulaan beberapa tahun terakhir dan ke depan nantinya. Bagaimana tidak, saat ini pemerintah tengah melakukan percepatan pelaksanaan kegiatan untuk suksesnya swasembada gula tahun 2014.Program yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunanini bekerjasama dengan beberapa Kementerian lainnya, program ini pun memiliki roadmap sebagai berikut :

Gambar 1
Road Map Swasembada Gula Nasional

Sumber : Kementerian Pertanian, Dirjen Perkebunan (pdf.11/01/2012)


Selain roadmap, Kementerian Pertanian juga menjabarkan secara gamblang mengenai strategi yang digunakan guna mencapai swasembada gula tahun 2014, strategi-strategi tersebut antara lain :
1.      Peningkatan produktivitas;
2.      Perluasan areal;
3.      Revitalisasi dan pembangunan industri gula berbasis tebu;
4.      Kelembagaan dan pembiayaan;
5.      Kebijakan pemerintah.
Adapun keseluruhan strategi beserta langkah-langkah operasional dan sasarannya,secara lengkap tersaji pada gambar 2 berikut ini :

Gambar 2
Strategi Pencapaian Swasembada Gula

Sumber : Kementerian Pertanian, Dirjen Perkebunan (pdf.11/01/2012)



Sejalan dengan penjabaran sebelumnya, yang mana program ini dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan serta bekerja sama dengan beberapa Kementerian lainnya. Kementerian yang dimaksudkan adalah sebagai berikut :
1.      Kementerian BUMN diharapkan mampu memberikan dukungan dalam hal perbaikan pabrik gula dan peningkatan rendemen. Dukungan ini merupakan jenis kegiatan revitalisasi yang berlokasi di PTPN II, VII, IX, X, XI, XIV dan RNI;
2.      Kementerian Perdagangan diharapkan mampu memberikan dukungan dalam hal kebijakan impor dan kebijakan tarif. Dukungan ini merupakan jenis kegiatan tarif yang berlokasi nasional;
3.      Kementerian Perindustrian diharapkan mampu memberikan dukungan dalam hal SNI dan bantuan alat/PG. Dukungan ini merupakan jenis kegiatan peningkatan mutu produk yang berlokasi nasional;
4.      Kementerian Koperasi diharapkan mampu memberikan dukungan dalam hal pembinaan KPTRI. Dukungan ini merupakan jenis kegiatan kelembagaan (KPTR) yang berlokasi di beberapa daerah yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo;
5.      Kementerian Ekonomi diharapkan mampu memberikan dukungan dalam hal kebijakan dan koordinasi. Dukungan ini merupakan jenis kegiatan koordinasi yang berlokasi nasional;
6.      Kementerian Kehutanan, Kementerian BUMN, dan Pemerintah Daerah bersinergi dalam memberikan dukungan dalam hal lahan HPK, lahan register, dan perizinan. Dukungan ini merupakan jenis kegiatan perluasan areal tanam yang berlokasi di beberapa daerah yakni Papua, Maluku, Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

 Peluang PTPN X (PERSERO)

PosisiPTPN X sebagai perseroan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memberikan peluang yang besar bagi PTPN X (Persero)untuk menjadi perusahaan yanglebih unggul dibanding dengan perusahaan-perusahaan lain yang ada di Indonesia, dan juga memiliki peluang untuk mencapai atau merambah dunia internasional. Apalagi program revitalisasi yang digalakkan oleh pemerintahtelahmenjadikanPTPN X (Persero)sebagai  salah satu objeknya.

Peluang besar PTPN X (Persero)ini pun dapat termaksimalkan, apabila PTPN X :
  1. Mengefektifkan program yang telah digadang oleh pemerintah;
  2. Cekatan membenahi penyebab ketidakefisienan produksi, sehingga produktivitas dapat meningkat;
  3. Dapat meminimalisir atau melakukan reduksi terhadap aktivitas yang tidak bernilai tambah untuk setiap unit produksinya;
  4.  Melaksanakan visi dan misi perusahaan secara berkelanjutan;
  5.  Melakukan diversifikasi produk dengan pemanfaatan perkembangan teknologi;
  6. Senantiasa menjalin kerjasama dan kekeluargaan yang baik dalam lingkup perusahaan, sehingga bottom to top(bawahan ke atasan)dan top to bottom (atasan ke bawahan) tak merasa terbebani oleh kewajiban, namun menjadikan pekerjaan sebagai tanggung jawab yang memang harus ditanganisecara bersama-sama;
  7. Menjalin hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan pelanggan;
  8. Melakukan sosialisasi terhadap masyarakat sekitar, setempat, danskala nasionaluntuk memberikan edukasi tentang pentingnya keberlangsungan dan pengembangan industri gula nasional.
Tantangan PTPN X (PERSERO)
            Meski telah berada dalam naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN X (Persero)tak lepas dari tantangan.Tantangan-tantangan ini tak lain dan tak bukanmerupakan lecutan agar produktivitas perusahaan jauh lebih baik atau semakin meningkat dari waktu ke waktu.
            Adapun tantangan yang dihadapi oleh PTPN X (Persero) antara lain sebagai berikut :
  1. Tingginya kuantitas gula impor dengan harga yang relatiflebih murah;
  2. Daya beli masyarakat yang rendah disertai dengan menurunnya minat masyarakat terhadap gula domestik dikarenakan impor yang kian meningkat;
  3. Kebijakan produksi tebu dan industri gula yang belum komprehensif;
  4. Lemahnya kebijakan makro ekonomi dan strategi perdagangan regional dan internasional;
  5. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya keberlangsungan industri gula nasional.

Peran PTPN X (PERSERO)

Sebagai perseroan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PTPN X (Persero) bukan hanya menjual nama dan posisinya sebagai perusahaan plat merah, namunPTPN X (Persero)juga menunjukkan keprofesionalannya dalam pengelolaan industri gula. Hal ini terlihat dalam ketegasannya menerapkan prinsip-prinsip yang sudah disepakati dan harus dikerjakan oleh seluruh karyawan. Penerapan prinsip-prinsip tersebut pun tidak hanya berjalan sendiri namun dibarengi dengan reward (penghargaan) dan punishment(hukuman).

Keprofesionalan PTPN X (Persero) berbuah manis terhadap peningkatan produksi gula kristal putih setiap tahunnya.Hal ini jelas memberikan efek positif pada posisi PTPN X (Persero). Pada musim giling tahun 2012 PTPN X (Persero) memproduksi 494 ribu ton gula, jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan dengan produksi gula pada tahun 2010 yang sebesar 447 ribu ton. Hal ini lah yang mendorong PTPN X (Persero) untuk menargetkan produksi gula-nya sebesar 538 ribu ton pada tahun 2013.

Bukan hanyaproduksi gula kristal-nya yang meningkat, produksi tetes tebu PTPN X (Persero ) juga mengalami peningkatan dari 310.167 ton pada tahun 2011 menjadi 367.046 ton pada tahun 2012. Sejalan dengan hal ini, direktur utama PTPN X (Persero) mengungkapkan bahwa yang dilakukan oleh PTPN X (Persero) dalam rangka mencapai target tersebut adalah mengoptimalisasikan kapasitas giling.

Dengan tercatatnya pencapaian produksi gula sebesar 494.193 ton pada tahun 2012 tersebut, PTPN X (Persero)telah berkontribusi sebesar 19 % terhadap produksi gula nasional.Maka dari itu, tak salah bila saat ini PTPN X (Persero) menjadi  leader BUMN gula di Indonesia.

Ditambah lagi beberapa terobosan baru yang dilakukan oleh PTPN X (Persero), membuat perusahaan plat merah yang satu ini semakin berkibar di kancah unggulan. Baru-baru ini PTPN X (Persero) melakukan ekspansi lahan di Pulau Madura yang digadang-gadang sebagai pabrik gula yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Karena selain memproduksi gula sebagai produk utamanya, pabrik tersebut juga dipersiapkan menghasilkan produk turunan lain seperti bioethanol dari tetes tebu, listrik sebesar 25 megawatt pada program co-generation dari ampas tebu dan pupuk kompos. Terobosan yang lain pun tak kalah menariknya, PTPN X (Persero) telah berhasil mencapai penurunan biaya bahan bakar, lantaran memanfaatkan ampas tebu menjadi bahan bakar.
Selain produksi, PTPN X (Persero) pun senantiasa berupaya menjalin hubungan yang harmonis dengan para pelanggannya.Salah satu realisasi dari jalinan ini adalah diselenggarakannyaacara yang bertajuk Customer Gathering dan Loyalty Award 2012.

KESIMPULAN
Posisi gula sebagai salah satu kebutuhan pangan pokok, mendorong industri gula untuk senantiasa berproduksi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat individu dan industri tersebut.


Keberadaan industri gula nasional yang cenderung tertekan posisinya dalam kancah internasional ini pun, semestinya mampu mempertahankan dan merajai kembali, bukan hanya pasar domestik namun juga internasional. Dan untuk mencapai keadaan serta posisi itu kembali, pemerintah berperan penting dalam hal ini. Namun selain pemerintah, masyarakat juga turut andil dan berperan penting dalam keberlangsungan industri gula nasional.

Sebagai leader BUMN gula di Indonesia, PTPN X (Persero) juga turut berperan penting, sehingga senantiasa perlu memperhatikan peluang, tantangan, dan perannya dalam industri gula. Dengan kata lain, prospek industri gula nasional atau keberlangsungan industri gula nasional akan membaik, bila terjalin koordinasi atau kerja sama yang baik pula antara pelaku industri gula, pemerintah, dan juga masyarakat.


DAFTAR PUSTAKA

______.ITS Undergraduate 10668.

Agnes Swetta Br Pandia, 2012. PTPN X Segera Bangun Pabrik Gula di Madura,www.kompas.com, Kompas.

Kaman Nainggolan, 2005.Kebijakan Gula Nasional dan Persaingan Global.Agrimedia, Vol. 10. No 2. Indonesia.

Kementerian Pertanian, 2012. Percepatan Pelaksanaan Kegiatan 2012 Untuk Suksesnya Swasembada Gula Tahun 2014, Direktorat Jenderal Perkebunan, Jakarta.

Siska, 2013.Apresiasi Pelanggan Gula dan Tetes,www.ptpn10.com, PTPN X.

Siska, 2013.2013, Target Produksi Gula 538 Ribu Ton Gula, www.ptpn10.com, PTPN X.

Siska, 2013.Terapkan Secara Konsisten Prinsip yang Sudah Disepakati,www.ptpn10.com, PTPN X.







Tulisan Ini Diikutkan dalam Lomba yang diadakan oleh PTPN X (Lomba Karya Tulis dan Penyiaran 2012-2013)


0 VLP'ers comment:

Post a Comment

Kesopanan berkomentar cerminan dari kepribadian kita ! Silakan berkomentar sobat ^_*05

From VLP To Friends

Blog Indonesia

blog-indonesia.com

VLP Chats

Hitstats

Indonesia Blogger

Blogger Indo