Wednesday, October 19, 2011

Pengelolaan Biaya Dengan Mempergunakan Biaya Kualitas ( Cost Of Quality )

Task Lecture
         
         Cost of Quality adalah biaya yang timbul karena tidak menghasilkan produk atau servis berkualitas. Setiap kali kita mengulang pekerjaan, maka biaya kualitas akan naik. Secara singkat semua biaya yang ditimbulkan akibat kualitas tidak dihasilkan pada saat pertama kali dikerjakan adalah bagian dari Cost of Quality. Pendataan Cost of Quality adalah salah satu persyaratan dalam ISO/TS 16949.
           Berikut ini contoh-contoh pekerjaan ulang yang seringkali dilakukan demi tercapainya kualitas yang diinginkan.
a.      Rework barang jadi
b.      Pengecekan atau inspeksi ulang produk
c.       Pembuatan ulang atau modifikasi tooling
d.      Pengulangan pekerjaan pada sektor pelayanan, misalnya mengulang proses pengajuan pinjaman,  penggantian makanan di sebuah restoran, dsb.

Secara umum Cost of Quality dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
a.      Prevention Cost
Semua biaya yang dikeluarkan untuk mencegah problem kualitas dihasilkan. Misalnya biaya review, biaya selama proses APQP, survei kemampuan supplier, evaluasi process capability, proyek-proyek untuk memperbaiki kualitas, training dan pendidikan teknis.
b.      Appraisal Cost
Semua biaya yang berhubungan dengan pengukuran, evaluasi atau audit produk atau servis untuk memastikan kesesuaian terhadap standar kualitas atau persyaratan lainnya. Misalnya incoming inspection terhadap bahan baku, in-process inspection produk, final inspection produk, audit produk, kalibrasi alat ukur dan kalibrasi mesin.
c.       Failure Cost
Biaya yang ditimbulkan akibat produk atau servis tidak sesuai dengan persyaratan customer atau ketentuan lainnya. Failure Cost biasanya dibagi menjadi 2, yaitu:
§  Internal failure cost : yaitu biaya yang ditimbulkan sebelum produk dikirim ke customer. Misalnya scrap, rework, inspeksi ulang, downgrade produk.
§  External failure cost : yaitu biaya yang ditimbulkan setelah pengiriman produk ke customer. Misalnya biaya untuk menangani komplain dari customer, pengembalian barang oleh customer, warranty claim, penarikan produk yang telah beredar (product recall).

Cost of Quality adalah penjumlahan dari semua biaya-biaya diatas. Jadi Cost of quality berbeda dengan actual cost produk, dimana biasanya yang diperhitungkan hanya berupa komponen material, ongkos produksi, ongkos pengiriman dan margin keuntungan. Cost of Quality mendata semua tindakan yang dilakukan baik untuk mencegah terjadinya problem (preventive cost), untuk memastikan tidak ada problem (appraisal cost) dan untuk menindaklanjuti problem yang ada (failure cost), baik sebelum dikirim ke customer ataupun setelah dikirim ke customer.

2 VLP'ers comment:

Anonymous said...

waahh... makasih ya infonya :) . pas banget sama tugas saya :)

#btw.. nice blog ^__^

Violetta Palace said...

Sama2 sobat... makasih atas kunjungannya yaa... ^__^05

Post a Comment

Kesopanan berkomentar cerminan dari kepribadian kita ! Silakan berkomentar sobat ^_*05

From VLP To Friends

Blog Indonesia

blog-indonesia.com

VLP Chats

Hitstats

Indonesia Blogger

Blogger Indo